Pelayanan Kesehatan di RS Al-Shifa Gaza Berhenti untuk Kali Pertama Sejak 1964

13 February 2018, 20:36.
Sampah medis. Foto: Middle East Monitor

Sampah medis. Foto: Middle East Monitor

LONDON, Selasa (Middle East Monitor): Pelayanan kesehatan di RS Al-Shifa –fasilitas pelayanan kesehatan utama di Jalur Gaza– berhenti untuk kali pertama sejak fasilitas medis itu berdiri pada 1964 akibat pegawai kebersihan mogok kerja, kemarin (12/2). “Jika bencana kondisi kesehatan di Gaza tidak segera teratasi, maka ratusan pasien akan meninggal dunia,” kata Direktur RS Al-Shifa Medhat Abbas.

Abbas menambahkan, “Pelayanan kesehatan berhenti setelah pegawai kami tidak dapat melakukan pekerjaan mereka akibat timbunan sampah medis di Al-Shifa dan pusat-pusat medis lainnya, serta klinik-klinik di seluruh Jalur Gaza. Ini menciptakan lingkungan kerja yang tidak higienis baik bagi pasien maupun pegawai.”

Ia juga mengatakan bahwa 200 jadwal operasi ditunda karena khawatir akan terkontaminasi timbunan sampah medis di kamar-kamar dan bagian-bagian rumah sakit.

“Kami tidak bisa memaksa pekerja medis untuk bekerja di rumah sakit karena dua alasan: mereka belum digaji selama berbulan-bulan dan lingkungan kerja yang tidak aman,” katanya. Abbas mengatakan bahwa pekerjaan telah dikurangi hingga kapasitas terendah di bagian gawat darurat, termasuk unit gawat darurat, ruang-ruang pembedahan, ruang kandungan dan unit perawatan khusus bayi.

Kemarin, para dokter di Al-Shifa mulai mogok kerja, memprotes timbunan sampah medis dan pembuangan barang bekas pakai di dalam rumah sakit.

Petugas kebersihan di pusat-pusat medis di Gaza melakukan mogok kerja untuk menuntut gaji mereka yang belum dibayarkan selama lima bulan.

Ahad lalu Kementerian Kesehatan memperingatkan bahwa mogok kerja akan berdampak buruk pada 40 ruang bedah, 11 unit bersalin, serta 110 pasien di unit gawat darurat, 113 bayi di unit persalinan dan 702 pasien pengobatan gagal ginjal.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Berupaya Perpanjang Penahanan Syaikh Raed Salah di Sel Isolasi
Penjajah Perpanjang Penahanan Ahed Tamimi, Sidangnya Berlangsung Tertutup »