SNHR: Rezim Suriah Gunakan Senjata Kimia 211 Kali
15 February 2018, 15:24.

Karikatur Presiden Suriah Bashar Al-Assad menyuapi bayi dengan limbah beracun.
LONDON, Kamis (Middle East Monitor): Rezim Suriah, yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad, telah menggunakan senjata kimia 211 kali sejak awal krisis di negara tersebut. Hal itu diungkapkan Syrian Network for Human Rights (SNHR), Selasa (13/2) lalu. Sekitar 1.421 orang tewas dalam serangan-serangan tersebut, tambah organisasi non-pemerintah yang berbasis di Inggris Raya itu.
Dari serangan-serangan kimia yang diluncurkan, 33 di antaranya sebelum Resolusi 2118 Dewan Keamanan PBB dikeluarkan pada 2013 dan 178 berlangsung setelahnya. Resolusi tersebut memberikan kerangka kerja untuk penghapusan gudang senjata kimia rezim Suriah.
Sekitar 109 serangan terjadi setelah pengadopsian Resolusi PBB 2209 pada tahun 2015 yang mengecam penggunaan bahan kimia apapun sebagai senjata dalam Perang Sipil Suriah dan mengancam akan mengerahkan kekuatan jika senjata kimia digunakan lagi dalam konflik tersebut.
Berdasarkan laporan tersebut, Rusia telah gagal mengendalikan penggunaan senjata kimia rezim Suriah. Laporan tersebut juga menyebutkan, Rusia telah menggunakan hak vetonya lima kali yang berpihak pada rezim, terkait berkas senjata kimia – tiga kali dalam kurang dari sebulan untuk menghentikan perkembangan misi Mekanisme Investigasi Gabungan yang mengakhiri mandatnya November lalu. Rezim Suriah telah melakukan setidaknya tiga serangan senjata kimia sejak saat itu.
Pada 27 Oktober lalu, Mekanisme Investigasi Bersama PBB terhadap Senjata Kimia Suriah menyimpulkan bahwa rezim Suriah bertanggung jawab atas tewasnya sekitar 100 orang di Khan Sheikhun, di daerah pedesaan Idlib, dengan senjata kimia.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
