Ratusan Anak Gaza Nyalakan Lilin Tuntut Pembebasan Ayah Mereka
6 April 2010, 11:31.
Sahabatalaqsha.com –Gaza- Ratusan anak-anak Gaza Senin malam memadati Alun-Alun Prajurit Tak Dikenal, bagia barat Gaza City, memperingati Hari Anak Palestina dan menyalakan lilin menuntut pembebasan ayah-ayah mereka yang dipenjarakan oleh Israel tanpa diberikan hak untuk dikunjungi.
Prosesi ini diselenggarakan oleh Komite Rakyat Tolak Blokade dan Komite Dukungan Untuk Para Tahanan.
Anak-nak itu membawa poster-poster yang bertuliskan tuntutan pembebasan para tahanan, membawa foto ayah mereka yang ditahan itu , yang di antara anak-anak itu banyak yang dibesarkan tanpa pernah bertemu ayah mereka dan tidak bisa mengunjungi ayah mereka yang dipenjarakan dikarenakan pembatasan ilegal dan blokade yang diberlakukan Israel.
Israel melarang 775 orang tahanan Palestina mendapatakan kunjungan sejak blokade yang ilegal diberlakukan Israel terhadap Gaza tahun 2006.
Farah Al-Ghul, penasihat Menteri Urusan Tahanan di Gaza, mengatakan bahwa Israel masih menyekap lebih dari 330 anak, sesuatu yang terang-terangan melanggar Hukum Internasional dan semua kesepakatan internasional tentang hak anak-anak.
Al-Ghul menambahkan bahwa anak-anak yang ditahan terus-menerus menghadapi pelanggaran dan perlakuan kekerasan. Ia meminta masyarakat internasional agar mengambil langkah-langkah menentang pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap para tahanan, khususnya anak-anak.
Jamal Al Khudari, anggota parlemen Palestina dan Ketua Komite Rakyat Palestina Tolak Blokade menuntut Israel agar meperbolehkan kunjungan kepada para tahanan Palestina asal Jalur Gaza dan membebaskan semua tahanan anak-anak tanpa penundaan lagi dan tanpa persyaratan apapun.
“Anak-anak itu tempatnya adalah keluarga, sekolah dan taman-taman bermain, bukan di balik jeruji dan dalam sel-sel tahanan dengan terus-menerus mengalami pelanggaran,” tegas Khudari.
Tentang anak-anak yang berkumpul dengan menyalakan lilin itu, Khudari mengatakan bahwa anak-anak itu sebenarnya juga menghuni penjara bahkan penjara yang sangat besar. Penjara itu bernama Jalur Gaza. Di samping hidup dalam “penjara” Jalur Gaza, hak-hak mereka untuk melihat orang tua mereka yang tahan Israel juga dihilangkan. imemc/ez
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.

