Persatuan Ulama Palestina Kecam Serangan Pemerintah Perancis Terhadap Cadar Wanita Muslimah
13 July 2009, 18:01.

Unjuk Rasa Bela Hak Berhijab (PIC)
Gaza – Persatuan Ulama Palestina menilai bahwa serangan pemerintah Perancis terhadap cadar wanita muslimah merupakan pengingkaran nilai-nilai dan prinsip yang senantiasa didengung-dengungkan Perancis, yakni nilai-nilai kebebasan personal dan menghormati hak-hak manusia. Persatuan Ulama Palestina merujuk bahwa serangan pemerintah Perancis terhadap cadar wanita muslimah berakibat pada terjadinya tindak kriminal yang sangat jahat yang telah menelan korbannya seorang wanita muslimah, yang terbunuh di tangan seorang laki-laki ekstrimis Jerman yang telah dibutakan oleh rasisme.
Persatuan Ulama Palestina mengatakan dalam penjelasan yang diterima oleh The Palestinian Information Center (PIC), Sabtu 11 Juli, “Persatuan Ulama Palestina menuntut pemerintah Perancis untuk menghormati prinsip-prinsip dan nilai yang digembar-gemborkannya sendiri siang dan malam. Jika tidak, maka seruan mereka tentang prinsip-prinip dan nilai itu sesungguhnya hanyalah kebohongan belaka. Seruan-seruan itu hanya pada tampilan luarnya saja yang sesuai dengan nilai-nilai peradaban, demokrasi, dan hak asasi manusia, namun pada hakikatnya hanyalah senuah kebebasan untuk membuka aurat dan melepas niai-nilai dan akhlak.”
Persatuan Ulama Palestina menyeru kepada kaum muslimin di seluruh dunia agar berpegang teguh pada ajaran Islam dan antusias untuk menerapkannya, dan tidak perlu memedulikan upaya-upaya media Barat yang mendiskreditkan kaum muslimin dengan sifat-sifat buruk yang mereka lekatkan, seperti terbelakang, militan dan ekstrim. Istilah-istilah itu tidak lain bertujuan untuk menjauhkan kaum muslimin dari agama mereka yang lurus. PIC/ ral.
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
