Pemuda Palestina Ini Syahid Sehari Sebelum Perayaan Hari Kelahirannya

23 September 2018, 13:59.
Amira Omar menunjukkan foto saudara lelakinya, Ahmed. Foto: MEE/Mohammed Asad

Amira Omar menunjukkan foto saudara lelakinya, Ahmed. Foto: MEE/Mohammed Asad

JALUR GAZA, Ahad (Middle East Eye): Ahmed Omar seharusnya merayakan hari kelahirannya pada Selasa (18/9). “Kami seharusnya menghias kue dengan 24 lilin untuk merayakan ulang tahun Ahmed hari ini,” kata saudara perempuan Ahmed, Amira, kepada MEE.

“Kemarin ia bercanda bahwa ia menginginkan hadiah pada hari ulang tahunnya. Saya katakan padanya ‘Ibu akan memberikanmu hadiah paling indah,’” ungkap ibunda Ahmed, Amina, sambil menggenggam akte kelahiran putranya.

Akan tetapi, alih-alih perayaan, keluarga dan teman-teman pemuda itu datang bersama-sama pada hari ulang tahun Ahmed untuk menyaksikan jenazahnya dimasukkan ke liang lahat.

Ahmed Mohammed Omar tewas oleh serdadu Zionis pada Senin (17/9) lalu ketika berpartisipasi dalam demonstrasi di utara Jalur Gaza, dekat pos pemeriksaan Erez antara wilayah Palestina yang terblokade itu dan ‘Israel’.

Kerabat menggambarkan pemuda yang tinggal di kamp pengungsi al-Shati itu sebagai orang yang ambisius, murah hati, dan pekerja keras – bekerja di pom bensin atau pertukangan kayu untuk membantu keuangan keluarganya, dengan harapan bisa segera menikah dan membina rumah tangga.

“Ia telah meninggalkan kami selamanya dan meninggalkan kesedihan di hati kami. Ia selalu membuat kami tersenyum,” kata saudara perempuannya, Amira.

Kematian Ahmed mengejutkan keluarganya – bahkan ketika mereka mengingat kembali bagaimana pemuda itu telah mengetahui bahwa dengan menghadiri demonstrasi yang merupakan bagian dari “Great March of Return”, ia mempertaruhkan nyawanya.

“Ahmed mengucapkan selamat tinggal setiap kali ia pergi untuk berunjuk rasa, yang dia anggap sebagai tugas nasional,” kata Amina mengenai putranya.

“Ahmed seorang mu’min dan ia memilih jalan untuk membela tanah airnya. Ia tidak melewatkan sehari pun untuk berunjuk rasa di perbatasan, baik di Kota Gaza, di utara maupun di selatan (Jalur Gaza). Ia ada di seluruh daerah, dan ia akan memberi semangat kepada teman-temannya selama demonstrasi.”

Menurut Abdallah Omar, salah seorang sepupu Ahmed, pemuda yang tewas itu diserang peluru tajam yang sama dengan yang menembak dan membunuh warga Palestina lainnya –yang diidentifikasi oleh Kementerian Kesehatan Gaza sebagai Mohammed Abu Naji (34)– saat demonstrasi Senin lalu.

“Dikuatkan dengan dukungan penuh pemerintah Amerika Serikat, ‘Israel’ telah meningkatkan kriminalitasnya dan kebijakan eksekusi singkat yang menargetkan korban tak bersalah warga Palestina dengan kekejaman yang disengaja dan kekebalan hukum,” ungkap anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina Hanan Ashrawi pada Selasa (18/9) lalu.

“Saya menyeru dunia Barat, yang menyaksikan kami dan menikmati suara dari penderitaan kami, mengenai pentingnya untuk bersikap teguh dan mengembalikan hak-hak rakyat Palestina,” kata Amina. “Dan saya juga menyeru kepada (negara-negara) Arab yang lalai, yang gagal membantu permasalahan rakyat Palestina.”

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 183 orang tewas dan 18.000 lainnya terluka oleh serdadu Zionis sejak dimulainya demonstrasi yang dijuluki “Great March of Return” pada 30 Maret lalu.

Saudara perempuan Ahmed, Amina, mengingat bahwa dua hari sebelumnya, Ahmed pulang ke rumah setelah berunjuk rasa dengan pakaian yang berlumuran darah, setelah menggotong temannya yang terluka karena terkena teromol gas airmata di kepala. Ahmed, kata Amina, memakai pakaian yang sama, yang baru saja dicuci bersih, ketika ia ditembak. Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang bisa menyelamatkannya.* (Middle East Eye | Sahabat Al-Aqsha)

Amina Omar berduka atas kematian putranya Ahmed, yang syahid sehari sebelum hari ulang tahunnya. Foto: MEE/Mohammed Asad

Amina Omar berduka atas kematian putranya Ahmed, yang syahid sehari sebelum hari ulang tahunnya. Foto: MEE/Mohammed Asad

Amina Omar menunjukkan akte kelahiran sang putra saat pemakamannya – di hari yang sama dengan hari kelahirannya. Foto: MEE/Mohammed Asad

Amina Omar menunjukkan akte kelahiran sang putra saat pemakamannya – di hari yang sama dengan hari kelahirannya. Foto: MEE/Mohammed Asad

Kerabat berduka di pemakaman Ahmed Omar. Foto: MEE/Mohammed Asad

Kerabat berduka di pemakaman Ahmed Omar. Foto: MEE/Mohammed Asad

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hamas: Demonstrasi Jalan Terus Hingga Tujuan Tercapai
Pemuda Palestina Tewas Ditembak di Kepala Saat Demonstrasi di Gaza »