Wabah Covid-19 Melanda, Muhajirin Suriah Berbagi Kebaikan di Jerman
7 May 2020, 20:08.

Sumber: DW
BERLIN, JERMAN (DW) – Mulai memasak hingga menyediakan jasa titip belanja, banyak muhajirin di Jerman yang ambil andil untuk membantu warga lokal di masa wabah Covid-19 ini.
Terdengar suara ketokan dari pintu restoran milik Malakeh Jazmati, seorang Muhajirin Suriah di Jerman.
Ia melayani pelanggan yang datang tersebut, lalu menawarkan menu spesialnya di bulan Ramadhan ini. Sang pelanggan terkejut karena harga yang diberikan Jazmati di bawah biasanya.
“Ini bukanlah saatnya untuk berbisnis,” jelas Jazmati.
Karena krisis corona ini, banyak orang kesulitan secara ekonomi. Normalnya, ia dibantu sekitar 10 karyawan.
Namun sekarang hanya ia sendiri di restoran tersebut pada hari Selasa hingga Ahad untuk melayani pesanan yang akan dibawa pulang para pelanggan.
Ia membuat menu tradisional dari tempat asalnya di Suriah seperti fajitas dan okra, serta makanan klasik Barat semacam cordon bleu dengan bahan-bahan khas Timur Tengah.
Sebagaimana restoran lain, Jazmati juga mengalami kekhawatiran akibat wabah Covid-19. Namun hal tersebut tidak menghentikannya untuk berbuat kebaikan.
Selain memotong harga masakannya, ia juga menyediakan beberapa porsi gratis bagi karyawan supermarket selama 2 hari dalam sepekan.
Bagi Jazmati, para dokter dan tenaga medis telah berbuat banyak dengan terus bekerja di masa-masa ini. Tapi tak hanya mereka, para pegawai supermarket juga harus terus melayani para warga yang membutuhkan.
“Apa jadinya jika mereka (pegawai supermarket) tak mau bekerja dan memilih untuk tetap di rumah saja? Kita semua akan mengalami masalah besar,” jelasnya tentang alasan memberikan beberapa porsi gratis tersebut.
Malakeh Jazmati telah tinggal di Berlin semenjak tahun 2015.
Ia meninggalkan tempat tinggalnya di Damaskus setelah diincar rezim diktator Bashar Assad, karena mengorganisir bantuan bagi keluarga para tawanan rezim.
Ia berhasil menyelamatkan diri bersama ibu dan saudaranya ke Yordania, di mana ia bertemu suaminya kelak.
Melalui keseriusannya, Jazmati berhasil membuat acara masak memasak di radio dan televisi Yordania.
Kemudian karena suaminya tak diizinkan bekerja di sana, mereka memutuskan untuk pindah ke Jerman.
Sang suami yang pertama pergi ke Berlin, lalu disusul Jazmati satu setengah tahun berikutnya.
“Aku tinggalkan semuanya dan memulai dari nol di sini,” kisahnya.
Awalnya ia hanya memasak untuk teman dan kenalannya, namun setelah itu pesanan mulai berdatangan. Satu setengah tahun berikutnya, Jazmati berhasil mendirikan kateringnya.
Pada tahun 2017, Jazmati menerbitkan buku masaknya, “Malakeh”. Dan satu setengah tahun yang lalu, pada akhirnya dia berhasil membuka restorannya di distrik Schöneberg, Berlin.
Musim semi ini, sebenarnya keluarganya di Yordania telah mendapat izin untuk ikut menetap di Berlin.
Namun wabah corona ini membuat rencana tersebut tertunda, entah hingga kapan.
Hal ini yang kemudian menjadi motivasi lebih bagi Jazmati untuk lebih peduli permasalahan-permasalahan sosial.
“Aku sangat yakin jika kita berbuat kebaikan, maka kebaikan lainnya akan datang kembali kepada kita.”
Malakeh Jazmati bukan satu-satunya penerima suaka yang menjadi relawan kebaikan di masa wabah ini.
Ada sebuah platform bernama GoVolunteer yang selama ini telah membantu para pengungsi dan Muhajirin di Jerman untuk mendapat pekerjaan dan pendidikan.
Di dalamnya, terdapat program yang melibatkan mereka untuk menjadi relawan bagi warga Jerman dalam menghadapi krisis Covid-19 ini.
“Mereka pergi membelanjakan pesanan, memasak, menjahit masker, juga menerjemahkan percakapan antara dokter dengan pasien melalui telepon,” kata Thomas Noppen, Direktur Program GoVolunteer.
Tujuan program ini adalah untuk mengubah kesan tentang para Muhajirin yang sering dinarasikan negatif, jelas Noppen. Ditambah, banyak dari mereka yang merasa bersyukur dan ingin membalas kebaikan negara yang menampungnya tersebut.
Jauh sebelum virus corona menyebar, aplikasi tersebut telah banyak membantu para Muhajirin agar bisa berdiri mandiri.
Tercatat ada sekira 530 orang pengungsi yang mendapat manfaat darinya. Melalui pelatihan-pelatihan yang dijalani, mereka mampu mendapat pekerjaan di Jerman. (DW)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
