Apa yang Aku Alami; Kisah Seorang Warga Muslim Uyghur yang Kini Tinggal di Jepang

9 May 2020, 12:25.

(SUMBER: https://note.com/tomomishimizu/n/na715c164c9dc)

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 1

Umurku 27 tahun.

Aku seorang warga Uyghur.

Sejak pertama aku datang ke Jepang

telah setahun waktu berlalu.

Setiap harinya di sebuah perusahaan IT di Tokyo

Aku selalu bekerja keras.

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 2

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 3

Keluargaku mempunyai sebuah kebun di Turpan

Aku terlahir sebagai anak pertama

Di kebun itu kami menanam anggur

Dan mengolahnya menjadi kismis

Ayahku adalah seorang imam, pemimpin agama di wilayah kami

ia dihormati masyarakat.

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 4

Ketika umurku 13 tahun, aku terpaksa pergi dari rumah.

Berpindah dari sekolah satu ke sekolah berikutnya, dengan tinggal di asrama

Awalnya, seorang pejabat setempat mengatakan,

“Ia anak yang pintar. Sudah semestinya ia belajar di sekolah favorit yang jauh dari sini.”

“Partai Komunis China akan membayar semua biaya pendidikannya. Dengan menjadi seorang ahli di suatu bidang, engkau bisa berkontribusi lebih untuk kota kita ini.”

Aku tak boleh pulang ke rumah lebih dari sekali dalam setahun.

Meski sangat berat untuk meninggalkan rumah,

Aku berpikir jika nanti sudah menjadi seorang ahli, aku bisa bekerja untuk membangun kotaku dan membuat kedua orangtuaku bangga.

Aku belajar di jurusan bahasa Jepang

Aku sangat tertarik dengan kemiripan antara Uyghur dan Jepang

Impianku adalah menjadi seorang guru bahasa Jepang.

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 5

Akan tetapi

Pada tanggal 24 Maret 2017,

Ayahku menghilang

Ia dipanggil oleh aparat setempat untuk pertemuan rutin. Namun ketika ayahku sudah masuk ke gedung pertemuan, pintu langsung dikunci

dan ia ditangkap oleh polisi

Setelah pengadilan tertutup tanpa didampingi pengacara, ayahku dihukum penjara 6 tahun.

Ia dituduh telah melakukan tindak kriminal bernama, “Membuat dan mengajak keributan.”

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 6

Keluargaku pergi mengunjunginya ke penjara dan melihatnya melalui sambungan video.

“Aku baik-baik saja.

Partai Komunis China memperlakukanku dengan baik.”

“Aku merasa bersyukur. Telah terbebaskan dari pemikiran yang berbahaya.

Selain itu, aku juga diperbolehkan mengikuti pelatihan.

Aku berterima kasih kepada Partai Komunis China.”

Demikian yang ayahku sampaikan.

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 7

Setelah itu, sekira sepuluh orang saudaraku juga ditangkap satu persatu.

Kadang kala, surat datang dari kamp tahanan.

Seperti yang ayahku sampaikan,

“Mereka memperlakukanku dengan baik.

Aku merasa bersyukur. Telah terbebaskan dari pemikiran yang berbahaya.

Aku berterimakasih kepada Partai Komunis China.”

Begitu isi suratnya.

Pamanku mempublikasikan surat tersebut ke internet sebagai bukti.

Tak berselang lama, ia juga ditangkap.

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 8

Untuk bertanya tentang kabar saudara-saudaraku, aku menelpon polisi.

Namun dijawab dengan jawaban yang aneh.

“Ini bukan kantor polisi. Ini adalah kamar mayat!”

Seketika panggilan itu diputus.

Hampir semua tahanan dibebaskan setelah setahun mendekam di sana.

Sekarang jika mereka ingin pergi ke dokter, mereka harus mendapat izin terlebih dahulu dari 3 orang pejabat.

Namun anehnya, mereka terus mengatakan,

“Partai Komunis China telah memperlakukan kami dengan baik.”

“Mereka telah membebaskan kami dari pemikiran-pemikiran yang berbahaya.”

“Kami sangat beruntung.”

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 9

“Selain itu kami juga diizinkan mengikuti pelatihan dan pendidikan.”

“Kami sangat berterima kasih kepada Partai Komunis China.”

Sekitar tahun 2015, di rumah kedua orangtuaku,

dua kamera pengawas dipasang.

Aparat mengirim orang-orang China (Han) ke setiap keluarga Uyghur untuk mengawasi mereka.

Mereka harus dianggap sebagai anggota keluarga yang baru.

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 10

Bahkan tak jarang pria-pria China (Han) itu dikirim ke rumah yang hanya dihuni oleh wanita saja.

Mereka pun tidur sekamar dengan para wanita Uyghur itu.

Ketika sebagian besar pemuda Uyghur ditahan,

dikirim pula lelaki-lelaki China (Han) dalam jumlah yang tak kalah besar dan para wanita Uyghur diminta untuk menikahinya.

Demi mendapat penghasilan ataupun hidup yang aman, beberapa wanita Uyghur dengan berat hati akhirnya menikah dengan lelaki-lelaki China itu.

Sepertinya tujuan dari program pemerintah ini,

adalah untuk membuat jumlah etnis Uyghur semakin berkurang …

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 11

Ayah dari salah satu temanku adalah seorang profesor.

Ia diperintah untuk mengumpulkan informasi tentang para warga Uyghur.

“Setiap hari engkau harus memberikan data 5 orang warga yang mencurigakan.”

Ia tak bisa memberikan informasi tersebut.

Kemudian, ia sendiri ditangkap dan dibawa ke kamp tahanan.

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 12

Di tahun 2017, Aku lulus dari perguruan tinggi.

Mendapat tawaran langsung dari seorang warga Jepang di perusahaan besar, selangkah lagi aku bekerja di sana.

Namun, tiba-tiba rencana tersebut dibatalkan karena manajer cabang perusahaan yang berada di China menentangnya.

Orang Jepang itu kemudian memberitahu, alasan pembatalannya adalah karena aku seorang warga Uyghur.

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 13

Setelah itu, aku mendapat pekerjaan dari sebuah perusahaan di Tianjin.

Lalu seorang pejabat di daerah asalku menelpon dan berkata,

“Segera kembali! Jika tidak, kau akan dimasukkan ke dalam daftar hitam… dan kau tak bisa pergi kemanapun atau berbuat apapun lagi!”

Aku tak bisa menolaknya.

Aku pergi ke kota asalku, diinterogasi, dan kembali lagi ke Tianjin.

Setelah itu, seorang pejabat tinggi yang kini memanggilku.

Aku pergi lagi ke sana untuk menemuinya.

“Aku ingin kau kembali ke Turpan. Aku bisa menyediakan pekerjaan yang bagus untukmu. Keluargamu akan lebih bahagia. Kau harus bekerja di kota asalmu.”

“Tidak, aku mempunyai pekerjaan di Tianjin. Aku tak bisa kembali lagi ke sini.”

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 14

Setelah itu,

Ketika aku melihat cara ia menatapku,

aku rasa…

tak boleh lagi aku kembali ke sana.

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 15

Kemudian, karena perusahaanku bekerja adalah milik seorang warga Jepang,

aku diminta bekerja di Jepang.

Aku takut, tak bisa pergi ke sana. Passport untuk etnis Uyghur ketika itu sudah sangat diatur ketat.

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 16

Namun aku beruntung.

Di kemudian hari aku dengar, ada beberapa warga Uyghur yang meski sudah masuk ke dalam pesawat, mereka dipanggil lagi dan langsung ditahan begitu saja.

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 17

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 18

Jika orangtua dari etnis Uyghur mengajukan passport untuk anak-anaknya yang lahir di luar negeri, kedutaan China tak akan mau memberikannya.

Mereka akan diminta mengurus kembali di China.

Namun semua warga Uyghur yang kembali tersebut…

tak lagi terdengar kabarnya.

Aku merasakan dilema.

Aku telah lama hidup terpisah dengan kedua orangtuaku.

Baik di sekolah maupun di kantor, aku berteman akrab dengan banyak orang China (Han).

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 19

Aku telah bekerja keras selama ini,

mengorbankan segalanya,

untuk membalas hutang budi

atas kebaikan kedua orangtuaku.

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 20

Dulu pejabat yang mengatakan bahwa aku bisa berkontribusi banyak untuk kota asalku…

Apa yang sebenarnya ia maksudkan?

Kenapa kami bangsa Uyghur

berada dalam kondisi yang tertindas seperti ini?

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 21

“Ayah.”

“Selamat ulang tahun untukmu.

Hari ini usiamu telah 50 tahun.”

“Sehat terus ayah.”

“Aku akan menyelamatkanmu.”

“Dan aku yakin saat itu tak akan lama lagi.”

Akun media sosial saudariku sudah 3 bulan lamanya tak aktif lagi.

Telepon keluargaku pun juga begitu. Aku sama sekali tak bisa menghubungi mereka.

Karikatur Uyghur (9 Mei 2020) - 22

Jika aku tetap diam, tak ada hal baik yang akan terjadi dan aku pun tak bisa bertemu lagi dengan keluargaku.

Bahkan di saat ini pun, etnis Uyghur sedang dan terus menerus berusaha dihancurkan.

Karenanya aku putuskan untuk memberitahukan kebenaran ini.

Namaku adalah…

Muharram Muhammadali.

 

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Dikawal Serdadu, Pemukim Ilegal ’Israel’ Cabut Ratusan Pohon Anggur Petani Palestina di Bayt Lahm
Anak Palestina Jalani Operasi Pengangkatan Limpa Akibat Dikeroyok Serdadu Zionis »