Susah Senang Bersama 400 Yatim Anak Para Syuhada

10 May 2020, 20:29.

Berita 610 (10 Mei 2020)

YOGYAKARTA (Sahabat Al-Aqsha) – Bulan Desember 2013, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengumumkan bahwa setiap tanggal 15 Ramadhan merupakan Hari Yatim Sedunia.

OKI mengajak kepada segenap komunitas internasional untuk meningkatkan kesadaran global atas perjuangan yang dihadapi anak-anak yatim di seluruh dunia, khususnya mereka yang berada di wilayah-wilayah miskin dan konflik.

Pada Ramadhan tahun 1441 H ini, 15 Ramadhan jatuh di hari Jumat, 8 Mei 2020. Berkenaan dengan hal tersebut, Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha (SA) Suwahya Tumi Janto menyampaikan tentang program #YatimGarisDepan yang diprakarsai SA.

Pengusaha percetakan di Jogja ini mengatakan, “Menurut UNICEF (Badan Dunia untuk Anak dan Pendidikan), sampai tahun 2019 ada lebih dari 2,8 juta anak Suriah yang terpaksa mengungsi. Kalau 10 persennya saja yatim, itu berarti sudah 280 ribu orang.”

“SA mengambil fokus untuk menolong kalangan yang paling lemah dari para korban perang. Di antaranya ialah anak-anak yatim. Khususnya anak para syuhada, yang ayahnya dibunuh karena membela keadilan serta mempertahankan iman dan Islamnya,” ujar pria yang akrab disapa PakJe itu.

Sejak akhir tahun 2013 sampai sekarang, SA memiliki tim khusus yang mengurus dan merawat anak yatim Suriah, Palestina, Rohingya, Yaman, serta Uyghur.

Di Gaza yang saat ini sudah dikepung zionis Israel selama 14 tahun, SA diamanahi menyantuni 200 anak yatim.

Di kamp pengungsi ‘Ain Halwa, Lebanon, amanah anak yatim pengungsi Suriah untuk SA sebanyak 50 anak.

Di dalam Suriah, tepatnya di Idlib dan Azaz, tak kurang dari 150 orang anak yatim juga menjadi amanah.

Anak-anak itu semua mendapat santunan US$50 per bulan, per orang.

Di Bangladesh, yakni di sekolah darurat Madrasah Sahabat, ada sedikitnya 30 orang anak yatim #RohingyaKita yang para ayahnya dibunuh rezim militer Buddha Myanmar.

Di Yaman, kondisinya berbeda. Anak-anak yatim Yaman belum terdata dengan baik.

Tapi ada sedikitnya 100 keluarga dhuafa di kawasan perang yang disantuni setiap bulan oleh SA. Banyak di antaranya yang memiliki anak-anak yatim.

Begitu pula para Muhajirin Uyghur, terdapat 65 keluarga yang mendapat dukungan terus dari SA.

Meski tidak semua anaknya yatim, namun banyak di antara mereka yang suami, atau ayahnya, atau kakaknya, atau anak laki-lakinya (pemuda) sedang disekap di kamp-kamp konsentrasi rezim Komunis China.

“Jadi total amanah anak yatim SA terdapat lebih dari 400 anak di wilayah-wilayah garis depan tersebut. Semoga Allah kuatkan kita menemani mereka sampai dewasa. Baik makanan, pakaian, pendidikan dan juga kesehatannya,” ujar PakJe.

Ketika ditanya, bagaimana anggaran untuk ratusan anak yatim itu bisa selalu tercukupi, Suwahya menjawabnya dengan rendah hati.

“Kita tidak pernah minta amanah ini. Para ‘ulama dan ustadz mereka yang menyerahkan amanah ini. Amanah tetap amanah. Sekaligus pada saat yang sama, kita menyantuni anak-anak yatim di Indonesia, dan juga menyantuni anak-anak yatim di garis depan itu. Kita ingin mereka jadi Huffazh Al-Quran dan Mujahidin Mujahidat penegak kebenaran, keadilan, dan perdamaian.”

Ungkapnya, “Saya dan Tim SA selalu menyempatkan makan bersama anak-anak yatim itu di tempat tinggalnya. Bahkan kami mengharuskan diri menyuapkan makanan ke mulut-mulut mereka. Mengusap kepala-kepala mereka. Memeluk mereka.”

“Pada saat melakukan itu semua, kami niatkan, mewakili jutaan tangan seluruh rakyat Indonesia. Semoga pahalanya terbagi merata kepada semuanya. Sehingga Allah berkahi negeri kita,” pungkasnya. (Sahabat Al-Aqsha)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu Lepaskan Tembakan Bubarkan Unjuk Rasa di Kufur Qaddoum, 4 Warga Palestina Terluka
Serdadu Zionis Sekap Dua Pemuda Baitul Maqdis di Lingkungan Bab Huta »