Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Bergerak Lagi ke Arah Gaza!

30 May 2010, 20:48.
Kabarnya, Israel memperluas zona militer lautnya dari 20 jadi 68 mil

Sahabat Al-Aqsha & Hidayatullah.com– Sesudah sejak Jumat dini hari Mavi Marmara kapal utama Freedom Flotilla (Armada Kebebasan) berdiam di titik 180 mil dari pantai Gaza, tepat menjelang pukul 4 sore waktu laut Mediterania (8 malam WIB), ia bergerak lagi ke arah Gaza.

Mavi Marmara didampingi oleh 3 kapal kargo, dan 2 kapal kecil yang berangkat dari Yunani, yang bernama 8000 dan Challenger II.

Ratusan peserta kafilah yang sejak sesudah shalat zuhur berkumpul di buritan dek 4, mendengarkan pengajian yang disampaikan oleh seorang ustadz Turki, serta-merta berdiri dan menudingkan telunjuknya ke langit, seraya berteriak, “Allaahu Akbar! Allaahu Akbar! Allahu Akbar!

Satu jam sebelumnya, Fahmi Bulent Yildirim, Presiden IHH, mengumumkan di ruang wartawan, bahwa Israel telah mengumumkan perluasan zona militer lautnya dari 20 menjadi 68 mil.

Prof. Norman Paech, guru besar ilmu hukum internasional di beberapa universitas Jerman, menegaskan agar kafilah kemanusiaan ini terus saja menuju Gaza.

“Maju saja terus. Jangan pedulikan. Kalau benar Israel memperluas zona militernya, dia tetap tidak berhak melakukan apapun kepada kita, karena kita bukan kapal militer. Seluruh dunia tahu isi kapal kita semua bantuan kemanusiaan,” katanya kepada wartawan.

Kalau benar Israel akan melaksanakan ancaman-ancamannya, Prof Paech memperkirakan, ada dua tindakan yang mungkin dilakukan oleh Israel terhadap kafilah ini. Kemungkinan pertama, memblokade kafilah ini dengan jajaran kapal-kapal perangnya, tanpa melakukan agresi apa-apa. Namun itu akan menyebabkan kafilah tidak bisa melanjutkan ke Gaza.

Kemungkinan kedua, “Israel akan melakukan intersepsi, mengirim pasukan militernya masuk ke kapal-kapal kita kemudian mengambil paksa sebagian peserta kafilah untuk ditahan. Dan itu merupakan tindakan perompak laut.”

Jika sampai ini terjadi, Norman memberi dua opsi untuk menuntut Israel, pertama lewat mahkamah internasional di Den Haag. Opsi pertama itu dianggapnya tidak mungkin, karena kafilah ini bukan negara yang sedang bersengketa dengan negara lain.

Opsi kedua, lebih tidak mungkin lagi, karena jalannya dengan menuntut pemerintah Israel lewat mahkamah agung Israel sendiri.

Bagi Norman, “Satu-satunya senjata yang kita miliki adalah senjata kemanusiaan.” Ia berharap negara-negara yang diwakili para peserta kafilah akan mendesak Israel agar membiarkan kapal-kapal kemanusiaan ini masuk sampai ke Gaza.

Norman Paech beberapa saat sebelumnya bergabung dari kapal Yunani ke Mavi Marmara bersama empat orang rekan, dua di antaranya anggota parlemen Jerman.** (Dzikrullah, Santi Soekanto)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina - Kita Bergerak Terus! - Mendobrak Tembok Gaza

« Kita Tidak Sedang Menolong Palestina…
Pemerintah Jerman Tetap Dukung Israel »