Usai Shalat Jum’at di Masjid Al-Aqsha, Ribuan Warga Kecam Perjanjian Normalisasi UEA-Bahrain dengan Zionis
18 September 2020, 21:44.

Foto: Palinfo
BAITUL MAQDIS (Palinfo) – Ribuan warga Palestina menyambut seruan aktivis Islam dan nasional untuk berdoa di Masjid Al-Aqsha dan berpartisipasi dalam aksi protes terhadap normalisasi hubungan UEA-Bahrain dengan zionis, setelah shalat Jumat.
Para jamaah mengecam perjanjian yang ditandatangani oleh UEA dan Bahrain dengan entitas zionis ‘Israel’ di bawah “sponsor” AS.
Para pengunjuk rasa membawa spanduk dan poster yang mengecam normalisasi dan meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan perlindungan Masjid Al-Aqsha dari rencana penjajah.
Kegiatan ini digelar sebagai respons atas seruan kepemimpinan nasional yang bersatu untuk perlawanan rakyat; guna menjadikan Jum’at sebagai hari kemarahan dan penolakan rakyat di tanah air.
Pada hari ini, bendera Palestina dikibarkan di semua desa, kota, dan kamp muhajirin di tanah air sebagai bentuk kecaman dan penolakan atas perjanjian normalisasi.
Syekh Muhammad Salim, khatib Masjid Al-Aqsha, dalam khutbah Jum’at menegaskan bahwa hak umat Islam atas Al-Aqsha adalah hak agama, sejarah, dan politik. Karena Palestina adalah tanah Isra’ dan Mi’raj.
Khatib Al-Aqsha menyerukan pentingnya ketabahan di tanah Palestina, seraya menekankan pentingnya persatuan rakyat Palestina.
Karena dalam perselisihan ada kelemahan berkelanjutan, dan persatuan adalah kebaikan yang permanen.
Komando Perlawanan Rakyat Nasional Bersatu Palestina telah mengumumkan peluncuran program dan kegiatannya berdasarkan keputusan Konferensi Sekretaris Jenderal kelompok-kelompok Palestina dua pekan lalu. (Palinfo)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
