Nelayan Aceh Ungkap Titik Krusial Saat Berupaya Selamatkan Muhajirin Rohingya

27 September 2020, 07:49.
25 Juni 2020, Afrizal dan nelayan lokal membantu para Muhajirin Rohingya menggapai Pantai Lancok di Aceh Utara. (AP)

25 Juni 2020, Afrizal dan nelayan lokal membantu para Muhajirin Rohingya menggapai Pantai Lancok di Aceh Utara. (AP)

ACEH (TRT World) – Akhir bulan Juni, sebuah perahu yang ditumpangi 99 Muhajirin Rohingya berhasil diselamatkan nelayan Aceh.

Mereka yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak ini terjebak di lautan selama berbulan-bulan lamanya.

Nelayan lokal bernama Faisal Afrizal, yang baru saja menangkap sekira 200 kilogram ikan, menemukan perahu rusak tersebut terombang-ambing tak tentu arah.

Melihat para Muhajirin berteriak dan menangis meminta pertolongan, jiwa Afrizal tergerak untuk membantu mereka.

“Saya mendengar beberapa di antara mereka mengatakan ‘Assalaamu‘alaykum’, tapi saya tak mengerti kata-kata yang mereka ucapkan selanjutnya,” jelas Afrizal.

Sebagai seorang Muslim, Afrizal langsung menyadari bahwa orang-orang di atas perahu tersebut merupakan saudara seimannya.

Ia kemudian membawa beberapa orang ke atas perahunya dan memberikan mereka air serta makanan. Ketika ditanya dari mana asalnya, mereka menjawab, “Rohingya.”

Bersama nelayan lain, Afrizal lalu membantu sebagian Muhajirin Rohingya mendarat.

Namun aparat yang melihat hal tersebut, memerintahkan mereka untuk segera kembali ke lautan dengan menjanjikan perbekalan tambahan.

Tak terima dengan sikap aparat, Afrizal dan nelayan lain kemudian berdiri membela keluarga seimannya. Cekcok terjadi.

Di saat bersamaan, warga Aceh semakin banyak yang datang berkerumun. Mereka ikut melakukan protes dan meminta agar para Muhajirin Rohingya segera diselamatkan.

Bahkan Iswadi (40 tahun) berhasil menggalang dana dari warga Aceh untuk membeli makanan dan kebutuhan lain para Muhajirin Rohingya.

“Kami mengumpulkan uang satu juta rupiah,” sebut Iswadi.

Warga Aceh terus mendesak hingga akhirnya aparat bersedia mengevakuasi Muhajirin Rohingya seluruhnya.

Awalnya polisi sudah menyiapkan kendaraan milik pemerintah untuk membawa para Muhajirin Rohingya, namun warga Aceh bergerak cepat dan menempatkan mereka ke tempat lelang ikan.

Warga dan nelayan Aceh bersuka cita, karena mereka tahu para Muhajirin Rohingya takkan bisa selamat seandainya dibiarkan kembali ke lautan.

Perjuangan Afrizal dan rekan-rekannya dipuji di seantero negeri. Nama Aceh menjadi harum di mata dunia.

Di Aceh sendiri, terdapat tradisi turun temurun yang dipegang teguh oleh para nelayan dan terutama Panglima Laotnya.

Panglima Laot merupakan penjaga perairan Aceh sejak abad ke-17, yang saat ini juga diakui melalui Undang-Undang Syariat di daerah istimewa itu.

Miftah Cut Adek, sekretaris Panglima Laot mengatakan bahwa, “Semua orang yang terdampar di tengah laut harus diselamatkan. Tak peduli apa agamanya ataupun sukunya. Termasuk menolong Rohingya. Ini sudah menjadi kewajiban bersama. Walau hanya satu jenazah pun, harus tetap diselamatkan (ke daratan).”

Adek melanjutkan, bagi nelayan yang tak mematuhi tradisi ini, akan diberi sanksi. Mereka dilarang mencari ikan, sesuai keputusan pengadilan adat.

Tiga bulan telah berlalu semenjak Afrizal mengulurkan tangannya kepada para Muhajirin Rohingya yang ia temukan tak berdaya. Namun kejadian itu masih membayang-bayangi pikirannya.

“Kru saya menemukan di bagian depan perahu tersebut ada sekira 15 jenazah, sebagian besar anak-anak dan perempuan,” sebut Afrizal.

Pengalaman yang membuatnya bertanya-tanya, penderitaan seperti apa yang dialami para Muhajirin Rohingya tersebut hingga belasan di antaranya tak sanggup lagi bertahan.

Namun ia tetap merasa bersyukur, pada akhirnya mereka berhasil diselamatkan.

Keberanian dan kepedulian Afrizal terhadap keluarga #RohingyaKita menjadi teladan kepahlawanan, di saat dunia justru banyak abai dan menutup mata. (TRT World)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Terungkap, Gembong Zionis Penerima Nobel Perintahkan Serdadu Patahkan Tulang Pemuda Palestina
Dua Nelayan Palestina Tewas Ditembak Serdadu Mesir, Satu Orang Dilukai dan Disekap »