Kompak Mogok Makan, Muhajirin Rohingya di Pulau Bhashan Char Dipukuli Petugas

11 October 2020, 18:42.
Foto yang diberikan oleh seorang aktivis Rohingya menunjukkan luka-luka Muhajirin Rohingya setelah dipukuli oleh petugas angkatan laut di Bhasan Char [Aljazeera]

Foto yang diberikan oleh seorang aktivis Rohingya menunjukkan luka-luka Muhajirin Rohingya setelah dipukuli oleh petugas angkatan laut di Bhasan Char [Aljazeera]

BANGLADESH (Aljazeera) – Para Muhajirin Rohingya yang ditempatkan di pulau terpencil Bhashan Char, Bangladesh, mengatakan bahwa mereka dipukuli oleh petugas keamanan karena melakukan aksi mogok makan.

Al Jazeera melaporkan pada hari Kamis (8/10/2020) bahwa para Muhajirin Rohingya sudah tak tahan lagi dengan kondisi di pulau itu dan ingin berkumpul bersama keluarganya di kamp pengungsian.

Mereka memutuskan melakukan aksi mogok makan pada akhir bulan lalu.

Beberapa Muhajirin Rohingya, yang tak mau disebut namanya, mengatakan bahwa para laki-laki, perempuan, bahkan termasuk anak-anak Rohingya pun dipukuli petugas keamanan Bangladesh dengan menggunakan tongkat.

“Kami melakukan mogok makan selama empat hari karena kami ingin keluar dari sini. Namun mereka (aparat Bangladesh) memaksa kami untuk makan hingga memukuli kami. Termasuk para gadis juga dipukuli,” sebut seorang Muhajirin, yang mengatakan ingin bisa berkumpul bersama keluarganya di Kamp Kutupalong.

“Kami tidak diberi makan yang cukup, tidak mempunyai pakaian untuk dikenakan, tidak pula ponsel. Kami tak punya apa-apa,” jelas seorang Muhajirin Rohingya yang dirahasiakan identitasnya.

“Beberapa di antara kami terpaksa tidur tanpa alas dan selimut di atas lantai semen. Kami hanya diberi sedikit makan. Air yang disiapkan untuk mandi membuat kulit kami gatal-gatal dan menimbulkan eksim,” kata seorang saksi mata.

Dengan kondisi yang menyiksa itu, anak-anak Rohingya sampai ikut melakukan aksi mogok makan.

“Bahkan anak-anak juga mengatakan kepada para petugas bahwa mereka tidak akan makan sampai ada kepastian bahwa mereka semua bisa pulang kembali ke Kutupalong,” kata seorang Muhajirin lain.

Brad Adams, Direktur Human Rights Watch (HRW) Asia mendesak pemerintah Bangladesh untuk segera mengizinkan perwakilan PBB agar bisa melakukan peninjauan dan penilaian yang independen di pulau tersebut.

“Dalam upayanya menunjukkan bahwa Bhashan Char adalah tempat yang aman, secara ironis aparat Bangladesh justru memukuli para pengungsi Rohingya, termasuk anak-anak, yang melakukan protes atas penahanannya dan meminta untuk bisa kembali bersama keluarganya di Cox’s Bazar,” jelas Adams.

Tahun lalu Bangladesh membangun pemukiman di pulau Bhashan Char untuk 100.000 orang.

Tujuannya untuk mengurangi kepadatan di kamp pengungsian yang telah menampung sekira 1 juta Muhajirin Rohingya.

Lebih dari 300 Muhajirin Rohingya ditempatkan di pulau rawan bencana itu pada bulan Mei yang lalu, setelah gagal mendarat di Malaysia melalui jalur laut.

Menurut salah satu saksi mata, Muhajirin Rohingya yang ditempatkan di Bhashan Char itu terdiri dari 30 anak-anak, 97 pria, dan 179 wanita.

“Kami telah berada di sini lebih dari 5 bulan lamanya. Tak ada sekolah, tak ada masjid, tak ada apa-apa. Mereka tidak mengizinkan kami pergi ke mana-mana. Kami harus tetap di ruangan kami untuk makan, tidur, dan shalat,” kata seorang Muhajirin.

Tidak seperti di kamp pengungsian, di Bhashan Char belum ada LSM maupun badan PBB untuk membantu para Muhajirin Rohingya.

“Meski di Myanmar kami harus tidur beratapkan langit, kami masih bisa bertahan hidup. Kami tidak mau dikurung di penjara ini. Harapan kami ialah agar bisa kembali ke tanah air kami.” (Aljazeera)

Foto yang diberikan oleh seorang aktivis Rohingya menunjukkan luka-luka Muhajirin Rohingya setelah dipukuli oleh petugas angkatan laut di Bhasan Char [Aljazeera]

Foto yang diberikan oleh seorang aktivis Rohingya menunjukkan luka-luka Muhajirin Rohingya setelah dipukuli oleh petugas angkatan laut di Bhasan Char [Aljazeera]

Kamp Muhajirin Rohingya di Pulau Bhasan Char [Aljazeera]

Kamp Muhajirin Rohingya di Pulau Bhasan Char [Aljazeera]

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« VIDEO – Serdadu Zionis Tembak Empat Warga Palestina di Desa Kafr Qaddum
Mujahid Muda Brigade Al-Qassam Gugur Akibat Kecelakaan di Rafah »