“Pengadilan” Penjajah ‘Israel’ Tolak Bebaskan Tawanan Maher Al-Akhras

14 October 2020, 09:24.
Foto: Palinfo

Foto: Palinfo

PALESTINA (Palinfo) – “Pengadilan” penjajah ‘Israel’, dalam sesi sidang, Senin (12/10/2020), menyatakan menolak membebaskan segera tawanan Maher Al-Akhras dari Jenin, yang telah melakukan mogok makan selama 78 hari.

Yayasan Muhjat Al-Quds mengatakan bahwa “pengadilan” penjajah hanya mengeluarkan rekomendasi untuk membebaskan Al-Akhras pada 26 November.

Akhras menolak rekomendasi itu dan menegaskan tekadnya untuk melanjutkan mogok makan terbuka sampai pembebasan dan kebebasannya.

Kondisi kesehatan Akhras kian menurun setelah memasuki bulan ketiga pemogokan.

Dia tidak dapat bergerak, namun kukuh menolak untuk mengkonsumsi suplemen.

Umm Islam, istri Akhras, membenarkan bahwa Akhras merasakan sakit yang parah di bagian dada, mata, kepala, dan perut. Secara fisik ia tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.

Akhras lahir pada Agustus 1971 di daerah Silat al-Dhahr di Jenin.

Sebelum ditangkap, dia bekerja di bidang pertanian.

Al-Akhras, yang berusia 49 tahun, tidak mau menerima suplemen apapun selain air putih.

Saat ini ia mengalami sakit kepala parah, berat badan turun drastis, dan masalah pendengaran.

Ia tidak mampu turun dari tempat tidur, bahkan untuk buang air sekalipun, disebabkan sakit keras di sekujur tubuhnya.

Al-Akhras sebelumnya pertama kali ditahan tahun 1989 selama 7 bulan. Kemudian pada tahun 2004 selama 2 tahun.

Ia kembali ditahan pada tahun 2009, kemudian ditahan sebagai “tawanan administratif” selama 16 bulan. Ia kembali ditahan pada tahun 2018 dan berlangsung selama 11 bulan.

Selanjutnya pada 27 Juli 2020, ia kembali ditangkap dan ditahan sebagai “tawanan administratif” selama 4 bulan. (Palinfo)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Gerombolan Pemukim Ilegal Lukai Petani Palestina dan Jarah Buah Zaitun Siap Panen
Serdadu Zionis Hancurkan Lahan Pertanian di Wilayah Tenggara Gaza »