Blokade Gaza Terus Makan Korban Nyawa Rakyat Tak Berdosa

13 June 2010, 21:21.
Terowongan, urat nadi kehidupan rakyat Gaza (foto: av)

Terowongan, urat nadi kehidupan rakyat Gaza (foto: av)

Rakyat Palestina di Jalur Gaza yang telah diblokade oleh Zionis dan sekutunya selama lebih dari 4 tahun, harus mengandalkan terowongan-terowongan yang mereka gali, yang menghubungkan perbatasan wilayah itu dengan Mesir, sebagai satu-satunya jalan untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok –yang paling mendasar sekalipun- karena semua pintu keluar dari wilayah itu ditutup rapat.

Sahabatalaqsha.com-Gaza– Sudahlah terowongan itu merupakan satu-satunya jalan untuk memperoleh barang-barang kebutuhan dasar, ternyata melintasinya pun penuh resiko tinggi. Apalagi setelah pemerintah Mesir yang sangat tunduk patuh pada penjajah Zionis dan sekutu Baratnya, dengan biaya ‘tuan-tuannya,’ membangun tembok baja maut di wilayah perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza, dengan ketinggian yang tak mungkin dipanjat manusia dan kedalaman yang mampu menutup jalan-jalan terowongantersebut.

Tak hanya itu, pemerintah Mesir juga mengairi terowongan dengan air laut yang sengaja disedot agar terowongan-terowongan yang merupakan urat nadi kehidupan rakyat Palestina tersebut mudah longsor dan tidak berfungsi lagi, bahkan pemerintah Mesir dengan sangat tega menyemprotkan gas-gas beracun ke dalam terowongan-terowongan tersebut yang menyebabkan banyaknya pekerja Palestina menghembuskan nafas terakhirnya di sana.

Berapa banyak sudah nyawa pekerja terowongan tersebut harus melayang dalam menjalani tugas mulia mereka, namun rakyat Palestina tak punya pilihan lain. Hari ini, terowongan pun kembali menjadi tempat terakhir seorang pekerja menghembuskan nafasnya. Blokade Gaza terus memakan korban.

Kepala Divisi Tanggap Darurat di Gaza, dr. Mu’awiyah Hasanain mengatakan bahwa seorang pemuda bernama Abdu ‘Atif An Najjar (17 tahun) yang berasal dari kawasan Khan Yunis, sebelah selatan Jalur Gaza, siang hari ini waktu setempat (sore hari WIB), Ahad 13 Juni, menghembuskan nafasnya yang terakhir setelah terkena sengatan arus listrik di dalam terowongan.

Hasanain menambahkan bahwa jasad Abdu ‘Atif An Najjar yang merupakan salah seorang pekerja terowongan, telah dibawa ke Rumah Sakit Umum di Gaza.

Menurut catatan sejumlah lembaga HAM, baik lembaga lokal Palestina maupun lembaga internasioanl, dengan wafatnya Abdu ‘Atif An Najjar, berarti jumlah rakyat Palestina yang harus menghembuskan nafas terakhirnya di terowongan telah mencapai 155 orang. Sementara jumlah pekerja terowongan yang mengalami cedera sudah mencapai ratusan orang. av/ral.

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Megastore Irlandia Tolak Kentang Israil
Kapal Beirut, “Maryam,” Akan Bertolak Ke Gaza »