ICRC: Pemukiman Ilegal Israel Sebabkan Penderitaan Warga Palestina

25 June 2009, 18:44.

Al Khalil, (PIC)— “Kekerasan yang dilakukan para pemukim Yahudi dan pembatasan-pembatasan yang sangat keterlaluan merusak kehidupan sehari-hari warga palestina di bagian selatan Tepi Barat yang diduduki, khususnya kota tua Hebron (AL Khalil),” Matteo Benatti kepala kantor the International Committee of the Red Cross (ICRC) di Al Khalil mengatakan sejak September 2007.
Benatti menjelaskan dalam sebuah press release yang dikeluarkan hari Rabu oleh website ICRC, “ Pemukiman-pemukiman Yahudi itu telah membuat banyak aspek kehidupan, sangat sulit bagi warga Palestina. Di kota tua Al Khalil, kira-kira 600 orang pemukim Yahudi tinggal di koloni-koloni, sangat dekat dengan 30.000 warga Palestina. Otoritas Israel melakukan langkah-langkah pengamanan yang sangat ketat dan membuat banyak pos-pos pemeriksaan di wilayah kota ini, termasuk di gua Patriarch, sebuah tempat penting untuk beribadah baik bagi orang Yahudi maupun muslim. Sejumlah jalan ditutup bagi warga Palestina dan mereka dilarang membawa mobil di wilayah-wilayah di mana mereka tinggal.”
“Pembatasan-pembatasan gerak terhadap warga Palestina yang dilakukan Israel, bersamaan dengan kekerasan yang dilakukan para pemukim Yahudi, sangat merusak kehidupan sehari-hari warga Palestina,” Benatti menekankan.
Berikut ini adalah petikan laporan Benatti:
“Ratusan keluarga Palestina harus melalui pos-pos pemeriksaan hanya untuk membeli makanan, misalnya. Mereka sering diintimidasi oleh para pemukim Yahudi di pos-pos pemeriksaan. Wanita adalah yang paling rentan terhadap bentuk kekerasan ini. Ini lebih banyak terjadi, karena warga Palestina tidak dibolehkan berkendara di sepanjang jalan-jalan itu, sehingga memaksa para wanita melalui pos-pos pemeriksaan dengan berjalan kaki. Karena jalan-jalan ditutup, orang tua dipaksa untuk membawa tas belanja dengan jarak yang sangat jauh.
Ambulan-ambulan yang membawa warga Palestina dalam keadaan darurat bisa mengalami penundaan yang lama di pos-pos pemeriksaan itu. Keluarga-keluarga pasien terpaksa membawa keluarga mereka yang sakit dengan tandu atau keledai untuk sampai ke tempat dimana ambulan menunggu.
Kehidupan ekonomi di kota tua itu hampir mati karena pembatasan-pembatasan gerak yang dilakuakan Israel dan kekerasan para pemukim Yahudi. Sejumlah pemilik toko diperintahkan menutup tokonya oleh tentara Israel. Toko-toko yang lain tidak punya pembeli, karena warga Palestina takut mendekati pemikiman Yahudi. Kemelaratan merajalelela. Menurut sebuah penelitian ICRC pada rumahtangga di wilayah-wilayah yang dibatasi geraknya oleh Israel di kota itu, musim panas yang tahun lalu, 86% keluarga-keluarga hidup dalam kemiskinan, karena mereka hanya punya 97 dolar per kepala per bulan untuk pangan, pakaian dan semua kebutuhan lain.
Sebagian besar warga Palestina yang tinggal di kota tua itu harus memasang kawat di depan jendela rumah mereka supaya jendela-jendela itu tetap tertutup karena mereka sering dilempari air seni, sayuran busuk dan batu melalui jendela-jendela itu oleh para pemukim Yahudi. Anak-anak, bahkan pergi ke sekolahpun, dapat jadi ancaman bagi mereka, karena para pemukim Yahudi itu melempari mereka dengan batu. Benar-benar sangat melelahkan bagi keluarga-keluarga itu, hidup dalam suasana yang tegang terus-menerus.”
Pemukim Yahudi Bersenjata Hancurkan Bengkel dan Bakar Kebun Warga Palestina

Adalah kejadian dan pemandangan sehari-hari, para pemukim Yahudi merusak kehidupan warga Palestina. Seperti yang disampaikan Matteo Benatti, kepala Kantor Komite Palang Merah Internasional di Al Khalil (Hebron) dalam laporan yang diterbitkan oleh website komite itu, para pemukim Yahudi yang dipersenjatai oleh pemerintahnya itu dapat berbuat apapun terhadap warga Palestina.
Kembali, para pemukim Yahudi Bersenjata meneror warga Palestina. Kali ini para pemukim Yahudi dari Pemukiman Yahudi Halmish dan Yitzhar.
Para pemukim Yahudi Halmish, yang didirikan di atas tanah sebuah desa Palestina di barat kota Ramallah, hari Rabu , membakar kebun-kebun warga Palestina.
Penduduk desa mengatakan bahwa para pemukim Yahudi berhasil membakar 120 pohon zaitun.
Sementara itu, pemukim Yahudi lain, yaitu dari pemukiman Yahudi Yitzhar, juga hari Rabu, untuk yang ketiga kalinya menyerang sebuah bengkel bahan bangunan di selatan Nablus.
Para pemukim Yahudi menghancurkan sumur-sumur air, kayu dan bahan banguan lain di bengkel itu.
Setiap hari selalu saja ada warga Palestina yang diteror oleh para pemukim Yahudi dengan berbagai bentuknya, termasuk menyerang secara fisik hingga terluka para, bahkan hingga tewas atau dengan cara-cara seperti yang dilakukan para pemukim Yahudi Halmish dan Yitzhar ini.
Inikah yang disebut “para pemukim Yahudi itu bukan musuh perdamaian” oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pidatonya di Universitas Bar Ilan baru ini?
Inikah yang disebut sebagai “demi pertumbuhan alami,”oleh para pemimpin Israel ketika mereka selalu menolak seruan dunia agar menghentikan pembangunan dan perluasan pemukiman Yahudi itu?
Di samping jelas-jelas pemukiman Yahudi itu sendiri adalah ilegal, karena melanggar Hukum Internasional, para pemukim Yahudi itu ternyata, sebagaiman para pemimpin mereka, adalah orang-orang yang sakit jiwanya sehingga mengancam warga palestina setiap saat. EZ/ PIC

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Dua Kapal Solidaritas Merapat di Gaza Hari Jum’at
Israel Gunakan Sentrum Untuk Siksa Anak-Anak »