Tiga Anak Suriah Tewas Akibat Ledakan Ranjau dan Sisa Amunisi di Hraitan dan Douma
27 July 2022, 11:08.

Mouayad Abdul Latif Shamta. Foto: SNHR
SURIAH (SNHR) – Seorang anak berusia 14 tahun, Mouayad Abdul Latif Shamta, yang berasal dari daerah Hraitan di utara Aleppo, tewas pada 26 Juli 2022.
Ia menjadi korban ledakan ranjau darat yang ditanam di lahan pertanian sisi timur daerah Hraitan, yang berada di bawah kendali serdadu rezim Suriah.
Syrian Network for Human Rights (SNHR) masih berusaha menghubungi saksi-saksi kejadian itu untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.
SNHR mendesak kekuatan pengendali memikul tanggung jawab melindungi warga sipil di daerah-daerah di bawah kendali mereka, serta segera memusnahkan ranjau darat yang telah ditanam.
Dua hari sebelumnya, 24 Juli 2022, dua anak dari Kota Douma, di Ghouta Timur, Mahmoud Muhammad Eiz al Din (9 tahun) dan Ahmad Fahd al Sheikh (8 tahun), tewas akibat ledakan sisa amunisi.
Kedua siswa sekolah dasar itu menjadi korban ledakan sisa amunisi yang ditinggalkan oleh penembakan sebelumnya, tepatnya di wilayah Jisr Misraba, dekat Kota Douma, pinggiran Damaskus.
Wilayah itu dikendalikan oleh serdadu rezim Suriah.
SNHR mencatat bahwa sisa-sisa amunisi juga terus menimbulkan ancaman serius bagi warga sipil. (SNHR)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
