‘Ekstrimis’ Israel Demo di Umm al-Fahm, Tuntut Mati Syeikh Raid Salah

28 October 2010, 07:50.

JAKARTA, Kamis (Sahabatalaqsha.com): Bentrokan pecah kemarin antara pasukan kepolisian Zionis Israel dengan warga Palestina sesudah sekelompok ‘orang Israel ekstrimis’ berdemonstrasi menuntut pengusiran warga Arab dan hukuman mati bagi pejuang Palestina, Syeikh Raid Salah.

AFP dan IMEMC melaporkan Rabu, 27 Oktober, sekitar 1500 polisi anti-huruhara menembakkan gas airmata dan granat suara untuk membubarkan sekelompok pemuda Palestina yang membakari ban-ban bekas dan melemparkan batu demi mencegah masuknya sekelompok demonstran Israel ke kota mereka.

Ketegangan meningkat ketika sekitar puluhan orang warga “Israel ekstrimis” – demikian AFP menggambarkan mereka – datang sambil berseru-seru menuntut pencekalan organisasi Palestina 1948 yang dipimpin Syeikh Raid Salah.

“Bunuh para teroris,” seru para pengunjuk rasa Yahudi itu, sambil mengibar-ibarkan spanduk berbunyi, “Bunuh Raid Salah.” Para “ekstrimis” dipimpin oleh tokoh-tokoh pemukim ilegal Yahudi, Baruch Marzel dan Itamar Ben-Gvir.

Pihak kepolisian Zionis Israel melindungi demonstrasi para “Yahudi ekstrimis” itu dan menahan 10 orang Palestina karena menimpukkan batu, sementara satu orang cedera karena gas airmata.

Unjuk rasa itu digelar kaum Yahudi “ekstrimis” itu untuk memperingati 20 tahun tewasnya seorang rabbi Yahudi, Mei Kahane, yang selalu menyebut orang-orang Arab Palestina sebagai “anjing” yang harus diusir dari tanah Palestina yang dijajah Zionis Israel itu.

“Mahkamah Agung” Zionis Israel dikabarkan mendukung unjuk rasa para Yahudi “ekstrimis” itu.

Sebelum unjuk rasa digelar, warga Palestina sudah lebih dahulu menyiapkan demonstrasi tandingan dengan mengibar-ibarkan bendera Palestina. “Bebaskan Palestina!” seru warga Palestina. “Bir ruh, bid dam, nafdika ya Filistin.”

“Kami tidak akan biarkan mereka masuk ke Umm al-Fahm. Kalau berani-berani mereka lewat sini, langkahi dulu mayat kami,” demikian sumpah warga Palestina, Ahmad Buwerat, yang berusia 75 tahun.

“Di sini setiap hari orang-orang Yahudi datang untuk belanja di pasar kami, minum kopi, silakan saja,” kata Buwerat. “Tapi para pengunjuk rasa ini fascists, racists dan Nazis.”

Kahane, seorang rabbi Yahudi kelahiran Amerika, ditembak mati di Manhattan pada November 1990. Tapi gagasannya yang rasis terus berkembang.

Awal bulan ini, orang yang disebut “perdana menteri Israel” yakni Benjamin Netanyahu mendorong diberlakukannya sebuah undang-undang yang akan memaksa setiap penduduk tanah Palestina terjajah ini – termasuk warga Palestina dan orang dari berbagai bangsa lain yang tinggal di situ – untuk menyatakan sumpah setia kepada “Israel sebagai negara Yahudi demokratis.” (IA/Sahabat Al-Aqsha)

Kota Umm al-Fahm. Foto: IMEMC

Kota Umm al-Fahm. Foto: IMEMC

Berlindung: Pemukim-pemukim Yahudi yang sering menteror warga Palestina, lalu berlindung di balik tentara dan polisi Zionis Israel. Foto: ISM Pal

Berlindung: Pemukim-pemukim Yahudi yang sering menteror warga Palestina, lalu berlindung di balik tentara dan polisi Zionis Israel. Foto: ISM Pal

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Ulama Palestina Sedih, Akan Kirim Bantuan untuk Warga Mentawai dan Merapi
Tentara Israel ‘Repot’ Seharian: Membunuh, Melukai, Menculik, Merusak… »