Doakan! Sepuluh Kawan Kita Disandera Kapten Kapal Yunani

11 November 2010, 18:54.

JAKARTA, Kamis (Sahabatalaqsha.com): Berawal dari pertengkaran mulut antara kapten kapal Strofades IV dengan agen penyewaan kapal di Pelabuhan Derna, Libya, 10 orang relawan “Road to Hope”, kafilah kemanusiaan ke Gaza asal London, saat ini disandera dan dibawa kabur berlayar meninggalkan pelabuhan itu. Demikian dilaporkan situs Intifada-Palestine semalam.

Kemarin sore waktu Libya, kapten kapal “Strofades IV” asal Yunani yang berbendera Malta itu memerintahkan kapal bergerak secepat mungkin meninggalkan pelabuhan tanpa izin otorita pelabuhan Derna. Parahnya lagi, bahkan ada dua orang polisi Libya dan seorang manajer Pelabuhan Derna yang sedang berada di kapal itu pun dibawa paksa berlayar.

Salah satu kendaraan van milik kafilah yang baru separuh masuk ke badan kapal, ikut juga dibawa paksa berlayar. Keadaanya sangat berbahaya.

Laura Stuart, salah satu anggota kafilah dan juga survivor Mavi Marmara asal Inggris, selama berminggu-minggu ini selalu memberi kabar kepada Sahabat Al-Aqsha mengenai perjalanan kafilah “Road to Hope”.

Kafilah ini berangkat dari London, melewati Spanyol dan menyeberang ke Maroko lalu menembus negara-negara Afrika Utara. Lebih dari dua minggu kafilah ini tertahan di desa Tobruk dekat perbatasan Libya dan Mesir, karena pemerintah Mesir tidak memberikan izin melintasi wilayahnya menuju Rafah dan Gaza.

Kesepuluh relawan yang disandera itu terdiri dari 6 orang warga negara Inggris, 2 orang Irlandia, 1 Aljazair, dan 1 Maroko. Kafilah “Road to Hope” beranggotakan 90 orang relawan dari belasan negara Eropa dan Arab, dengan mengendarai 35 kendaraan yang sebagian besar van untuk ambulan.

Pemilik sekaligus kapten kapal itu sendiri kabur menggunakan speedboat. Tidak seorangpun dari anggota kafilah yang tahu siapa yang saat ini mengendalikan “Strofades IV” dan ke mana tujuan berlayarnya. Kapal itu berlayar dalam keadaan kosong, kecuali ke-13 orang sandera dan sebuah kendaraan yang terjepit di pintu masuknya.

Tindakan kapten kapal “Strofades IV” ini merupakan pelanggaran hukum maritim manapun di dunia. Pada saat peristiwa penyanderaan dimulai, Ken O’Keefe, salah seorang relawan yang juga survivor Mavi Marmara bekas marinir AS itu, sempat mengirim pesan pendek kepada rekannya di luar kapal.

“Sekarang si Kapten mengancam untuk pergi tanpa kita padahal kita sudah bayar 75 ribu dolar ke agen (penyewaan kapal). Kita sedang mempertahankan diri habis-habisan di pinggir kapal,” kata O’Keefe. “…Dan sekarang kami dipaksa untuk dibawa berlayar keluar pelabuhan sesudah si Kapten kalap dan memerintahkan kapalnya untuk berlayar!!”

Dalam pernyataan resmi “Road to Hope”, mereka telah meminta seluruh kedutaan besar negara-negara yang diwakili para relawan untuk mengerahkan bantuan mengatasi masalah ini.

Tiga hari lalu, Laura Stuart yang memeluk Islam beberapa tahun silam, mengirimkan e-mail ke Sahabat Al-Aqsha, minta dibantu menyebarluaskan kabar bahwa dalam waktu 10 jam mereka harus mendapatkan uang sebesar 73 ribu pondsterling untuk mengangkut seluruh kendaraan kafilah dengan kapal sewa, dan menerbangkan sebagian besar relawan ke Al-Arish, sesuai kesepakatan dengan pemerintah Mesir.

“Kami benar-benar mencemaskan keselamatan seluruh sandera yang ada di kapal itu,” demikian pernyataan “Road to Hope”.

Bulan lalu, kafilah kemanusiaan ke Gaza “Viva Palestina-5” juga hampir mengalami hal yang sama di pelabuhan Latakia, Suriah, ketika kapten kapal Ukraina yang mereka sewa tiba-tiba meminta kenaikan sewa sebesar 100 ribu dolar. Padahal sebagian besar dari 150 kendaraan yang berasal dari puluhan negara Eropa dan Arab itu sudah ada di dalam kapal. Namun, dengan izin Allah, kafilah “Viva Palestina-5” yang juga diikuti delegasi Indonesia sampai dengan selamat di Gaza.* (BA/Sahabat Al-Aqsha)

Pembajak: Kapal Strofades IV. Para relawan Gaza disandera di dalam kapal ini, dibawa entah kemana. Foto: Intifada Palestine

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina - Mendobrak Tembok Gaza

« Alhamdulillah, Amanah Rakyat Palestina Sudah Diterima Korban Merapi
Sepuluh Relawan Gaza Masih Disandera Kapal Yunani. Kapal-kapal NATO Diam Saja »