Darurat Kemanusiaan di Gaza, Palang Merah Desak Dunia Tempuh Aksi Cepat

1 February 2026, 13:50.

Kamp pengungsian Jabalia luluh lantak menjadi puing-puing akibat serangan yang terus berlangsung di Kota Gaza, 20 Januari 2026. (Anas Zeyad Fteha/Anadolu Agency)

GAZA (Middle East Monitor) – Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Jumat (30/1/2026), mendesak negara-negara segera bertindak mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza.

Meski ada sedikit kemajuan lewat gencatan senjata, ICRC menegaskan bahwa kesulitan warga sipil masih parah dan sangat membutuhkan dukungan nyata, seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Presiden ICRC, Mirjana Spoljaric, menekankan momentum dari fase pertama kesepakatan ‘Israel’–Hamas harus dimanfaatkan untuk perbaikan cepat kondisi kemanusiaan.

Menurutnya, jeda konflik tidak berarti keselamatan warga telah pulih. Selama 15 pekan terakhir, ICRC terlibat dalam pelaksanaan fase pertama kesepakatan dengan memfasilitasi pemulangan tawanan dan jenazah.

Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab skala kerusakan dan kebutuhan dasar warga Gaza.

ICRC mendesak pelonggaran pembatasan material dan peralatan, seperti pipa air dan generator.

Peralatan ini krusial untuk memulihkan infrastruktur dasar yang menopang kehidupan masyarakat Gaza, terutama layanan air, kesehatan, dan energi.

Di lapangan, ribuan warga masih mengungsi tanpa layanan dasar. Mereka hidup di antara puing-puing di tengah musim dingin.  

Rumah sakit, sekolah, rumah, dan sistem air membutuhkan perbaikan mendesak, sementara banyak keluarga masih menunggu kabar kerabat yang hilang.  

Spoljaric menegaskan semua pihak wajib menjunjung hukum humaniter internasional demi menyelamatkan nyawa dan memulihkan martabat manusia. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Uni Eropa Desak Pertanggungjawaban Atas Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’ di Tepi Barat
Penjajah Serang Tenda Keluarga Muhajirin di Khan Yunis, Hamas: “Kejahatan Brutal!” »