Kebakaran Hutan Meluas di Haifa, 43 Tewas
5 December 2010, 14:15.
Pemukim Yahudi Bakar Kawasan Muslim
JAKARTA, Ahad (Sahabatalaqsha.com): Kebakaran semak besar di hutan Bukit Carmel di tenggara kota Palestina Haifa yang terjajah terus meluas dan sejauh ini telah menewaskan 43 orang, PIC melaporkan semalam.
Pemerintah Zionis mengatakan bahwa kebakaran itu telah mencapai daerah pertambangan di bagian paling utara Haifa.
Kebakaran hutan mulai terjadi Sabtu kemarin di kawasan Manara dan Margaliot di dekat pemukiman Yahudi Shmona Kiryat dan Galilee Panhandle, dan menyebabkan ledakan-ledakan di daerah pertambangan di sekitarnya.
Kebakaran lain dilaporkan berkobar sebelum malam kemarin di desa Basma di Galilee. Semua upaya pemadaman sejauh ini masih gagal.
Sementara itu Yayasan Wakaf dan Pusaka Al-Aqsha mengatakan bahwa pagi kemarin para pemukim Yahudi dengan sengaja membakar pohon-pohon di sekitar pemakaman Izzuddin Al-Qassam, di kota Al-Syeikh, sebelah timur Haifa.
Izzuddin Al-Qassam adalah warga Suriah yang kemudian menjadi warga negara Palestina pada tahun 1922. Al-Qassam, yang juga seorang ulama dan pemimpin Ikatan Muslim Palestina itu menemui syahidnya setelah dibunuh oleh militer Inggris pada tahun 1930-an. Ia lalu menjadi simbol perlawanan Palestina terhadap penjajahan Zionis.
Menurut International Middle East Media Center, Yayasan Wakaf dan Pusaka Al-Aqsha memastikan bahwa setidaknya ada dua kali upaya pembakaran pemakaman muslim dilakukan para pemukim Yahudi pada Sabtu kemarin, dengan mengambil kesempatan di balik kobaran api.
Akibatnya 20 makam warga Palestina terbakar dan menimbulkan kerusakan pada beberapa makam warga muslim Palestina lainnya lainnya.
Salah seorang juru bicara polisi Zionis menyangkal laporan Yayasan Wakaf dan Pusakan Al-Aqsha itu
Masih menurut juru bicara polis Zionis itu, sejauh ini api sudah melahap kawasan seluas kurang lebih 34.000 dunam, dan pada laporan-laporan awal terindikasi bahwa kebakaran sengaja dilakukan.
Sejauh ini 43 orang telah tewas dan 17 lainnya luka-luka. Tiga di antara yang luka itu termasuk polisi Zionis di Haifa yang kini dalam keadaan kritis.
Harian Zionis, Haaretz, melaporkan bahwa hampir 12 titik kebakaran berkobar di seluruh penjuru Galiliee, bagian utara kawasan yang dijajah Zionis itu.
Pada saat yang sama kebakaran terus melahap area yang semakin luas di Carmel. Haaretz menulis bahwa polisi Zionis mencurigai bahwa kebakaran baru yang terjadi itu, sengaja dilakukan oleh pihak tertentu.
Haaretz juga memberitakan bahwa komisioner polisi Zionis, David Cohen, mengintruksikan para pimpinan polisi Zionis di daerah itu untuk mengkaunter kebakaran yang disebutnya sebagai sengaja dilakukan pihak tertentu itu.
Polisi Zionis membuat reka cerita itu dengan alasan berhasil menemukan dua buah sepeda dan sebuah tas berisi sebuah wig (rambut palsu).
Dua orang warga Palestina di Druze, Daliat Al-Carmel, sempat ditangkap polisi Zionis tetapi kemudian dibebaskan setelah terbukti bahwa mereka tidak ada kaitan apa-apa dengan kebakaran itu. Tetapi sejumlah investigator Zionis yakin bahwa kebakaran itu disebabkan oleh kelalaian.
Lebih jauh, Haaretz memberitakan bahwa kebakaran terbesar terjadi hari Jum’at sore di dearah industri Tsur Shalom, di pinggiran Haifa.
Polisi Zionis sampai menyegel sebuah jalur Rute 4, yakni link antara Acre dan pusat kekuasaan penjajah di negara Palestina itu akibat kepekatan asap yang sudah sampai pada tahap membahayakan.
Kebakaran semak lainnnya terjadi di “Ma’alot Tarshiha” dan “Kiryat Tivon” sementara kebakaran kecil terjadi di kota Shfa Amr dan perkampungan Neve Yosef di Haifa.
Hari Jum’at saja, sekitar pukul 17 waktu setempat , kebakaran semak lainnya terjadi di dekat Moshav pada sisi Gunung Carmel. Satu jam kemudian, dua kebakaran semak terjadi pula di daerah Nasira (Nazareth). Dan kembali polisi Zionis mencurigai kebakaran itu disengaja.
Sekitar jam 20 pada hari yang sama, kebakaran dilaporkan mendekati daerah Tel-Al di bagian barat Galilee, dan kebakaran lainnya terjadi di daerah industri Nesher, di dekat Haifa.
Perdana Menteri Zionis, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap kebakaran itu tidak menduga bahwa kebakaran akan menjadi sedemikian besar, dan ia menyerukan penyelidikan segera dilakukan.
Menteri dalam negeri Zionis, Elie Yishai, juga menyerukan penyelidikan terhadap bencana itu, dan mengatakan bahwa ia telah berkali-kali mengingatkan pada masa lalu bahwa kemampuan pemadaman kebekaran mereka adalah yang paling buruk di dunia, dan bahwa “Israel” tidak dibekali dengan peralatan dan kemampuan yang memadai untuk mengahdapi situasi gawat itu. (EZ/Sahabat Al-Aqsha)

Foto: Al-Aqsa Voice
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
