Syeikh Ra’id Solah, Semakin Sering Ditangkap Semakin Dicintai

11 July 2011, 10:14.

JAKARTA, Senin (Sahabatalaqsha.com): Kelihatannya hebat sekali Zionis berhasil melobi pemerintah Inggris untuk menangkap Syeikh Ra’id Solah, pejuang perdamaian Palestina, begitu ia mendarat di London minggu lalu. Padahal penangkapan itu justru jadi penyubur cinta kepada sang Syeikh di kalangan masyarakat dunia yang memandang Zionis sebagai tirani zalim.

Ribuan orang di Nashariyah alias Nazareth kemarin turun ke jalan menuntut dibebaskannya ulama sederhana itu. Lelaki, perempuan, tua, muda, bahkan anak-anak meneriakkan dan membawa poster dan spanduk bertuliskan, “Kami semua Ra’id Solah.”

Pengadilan Inggris hari Jum’at yang lalu menolak uang jaminan bagi pembebasan Syeikh Ra’id Solah. Pengacaranya langsung menyatakan banding ke Mahkamah Agung untuk mendesak dikeluarkannya perintah deportasi yang akan diputuskan dalam waktu seminggu ini.

Syeikh Ra’id Solah lahir 10 tahun sesudah Zionis memproklamasikan negara fiktif bernama “Israel” di atas tanah rampokan Palestina (14 Mei 1948).

Tahun silam ketika sama-sama berada di atas kapal Mavi Marmara, Syeikh Ra’id Solah menyatakan Sahabat Al-Aqsha, bahwa perjuangan yang dilakukannya tidak menggunakan senjata. Oleh sebagian pendukungnya di Barat, Syeikh Ra’id disebut sebagai “Mahatma Gandhi-nya Palestina”, karena perjuangannya yang tanpa kekerasan itu.

Syeikh Ra’id Salah juga dikenal sebagai “Syeikhul Aqsha” karena berkali-kali dipenjara oleh penjajah Zionis karena tanpa kenal lelah dan takut menyebarluaskan berbagai fakta kejahatan ‘Israel’ atas Masjidil Aqsha dan umat Islam di sekitarnya.

Diantaranya beliau memperjuangkan diajarkannya kembali pendidikan bahasa Arab fushah di kalangan anak-anak Palestina yang selama puluhan tahun berusaha dipunahkan oleh penjajah Zionis. Bahasa Arab fushah merujuk tata bahasanya kepada tata bahasa Al-Quran.* (BA/Sahabatalaqsha.com)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Metode ‘Israel’ Menyiksa Remaja di Penjara
Yang Rasis itu Zionis, Bukan Ra’id Solah »