“Saleh” Ingin Berlayar Lagi
29 September 2011, 12:39.
JAKARTA, Kamis (Sahabatalaqsha.com): Namanya Saleh, memiliki panjang 16 meter dan lebar 5,5 meter. Pertama kali digunakan oleh seorang nelayan bernama Kabaja pada 2005 silam. Ia membeli Saleh dari uang pinjaman sebesar $1.000. Selama digunakan, Saleh memberikan penghasilan kepadanya sebesar $ 70.000.
Saleh adalah nama sebuah kapal besar milik seorang nelayan bernama Abu Ayman Kabaja, 56 tahun, bapak dari lima anak. Anggota keluarga mereka seluruhnya bekerja di industri perikanan Gaza selama bertahun-tahun.
Suatu siang di hari Sabtu, anak ketiga Kabaja beserta kakak sulungnya Ayman, berusia 34 tahun, sibuk menambal badan kapal Saleh menggunakan fiberglass untuk membantu memperpanjang usia kapal yang sudah semakin tua.
Hanya 3 Mil
“Seperti yang terlihat, anak-anak saya dan keponakan melakukan ini semua untuk melindungi kapal dari kerusakan akibat panas matahari,” ujar Kabaja kepada situs Electronic Intifada. “Kapal ini, Saleh, sudah tidak berfungsi sejak lima tahun yang lalu karena penjajah Zionis tidak memperbolehkan kapal berlayar melebihi jarak 3 mil dari tepi laut. Hal ini berdampak buruk bagi kegiatan menangkap ikan kami.”
Sebelum “Israel” memberlakukan blokade, Saleh dan ratusan kapal nelayan lainnya dapat berlayar hingga jarak 12 mil dari pantai Gaza. Namun, selama empat tahun terakhir, kapal-kapal hanya diperbolehkan berlayar dalam jarak yang pendek dari garis pantai.
Ketika Zionis memulai blokade pada 2007, izin berlayar kapal menjadi sejauh 6 mil saja dari pantai. Tahun lalu, muncul kebijakan baru Zionis, jarak yang diperbolehkan untuk melaut kembali menyusut menjadi hanya 3 mil dari bibir pantai.
Lima Ton Sarden Per Hari
“Saleh dan kapal lain biasanya dapat mengangkut hasil tangkapan berupa ikan sarden dalam jumlah besar,” Kabaja menerangkan.
“Sarden adalah jenis ikan paling populer dan termurah di sekitar kawasan ini. Saya ingat sekali ketika sebelum diberlakukannya blokade maritim oleh Zionis, kami bisa menangkap tiga sampai lima ton Sarden dalam setiap hari kerja.
“Hal ini menjadikan perikanan sebagai bisnis yang sangat menjanjikan. Estimasi saya pada saat itu bisa meraih keuntungan bersih $15.000 setiap tahunnya atau bahkan lebih,” aku Kabaja.
Sektor perikanan merupakan sumber pasokan utama makanan bagi sekitar 1,6 juta penduduk di Jalur Gaza. Menurut data statistik yang dikeluarkan oleh Palestinian Centre for Human Rights, terdapat kurang lebih 8.200 nelayan dan pekerja yang bergelut dalam bidang perikanan di Jalur Gaza, dan menghidupi kurang lebih 50.000 orang di seluruh Gaza.
Sebelum Rusak Total
“Kamu tahu, kami telah merawat Saleh selama berbulan-bulan dan kami tetap dalam kondisi tidak dapat menangkap ikan,” ujar Ayman Kabaja. “Tetapi kami berusaha merawat kapal kami sebaik-baiknya, sebelum kelak Saleh rusak total karena tidak digunakan.
“Suatu hari, mungkin Saleh dapat kembali beraktivitas normal setelah blokade yang dilakukan Zionis ini berakhir untuk selamanya,” tutur Kabaja. Pandangannya menerawang, menatap Saleh dan lautan lepas.(AA/Sahabat Al-Aqsha)


Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
