Aksi Mogok Makan Tahanan Palestina Meluas
11 October 2011, 08:21.
JAKARTA, Selasa (Sahabatalaqsha.com): Tahanan Palestina di penjara Gilboa ‘Israel’ menyatakan mendukung dan akan bergabung dengan aksi mogok makan yang dilakukan sesama narapidana di penjara-penjara Zionis lainnya.
Menteri Urusan Tahanan Palestina mengatakan, sekitar 420 tahanan Palestina di Gilboa telah membuat sebuah komite perwakilan di setiap bagian untuk mengelola aksi pemogokan.
Sebagian besar tahanan Palestina di penjara-penjara Israel telah melancarkan aksi mogok makan selama dua minggu dalam rangka memprotes kondisi penahanan yang memburuk, terutama di paruh ke dua tahun 2011.
Mereka juga memprotes dukungan pemerintah Israel atas serangkaian tindakan sewenang-wenang dan pidana terhadap mereka.
Aksi mogok makan yang dimulai akhir September lalu itu, awalnya hanya dilakukan oleh 60 narapidana untuk memprotes keputusan pembatasan hak tahanan yang diberlakukan ‘Perdana Menteri Israel’ Benjamin Netanyahu sejak bulan Juni. Namun kemudian aksi tersebut diikuti oleh sejumlah tahanan lain Palestina.
Keputusan pembatasan hak tahanan Palestina tersebut dikeluarkan seiring lambatnya proses negosiasi pembebasan Kopral Gilad Shalit, yang ditangkap anggota milisi HAMAS di sebuah pos perbatasan di dekat jalur Gaza pada Juni 2006.
Netanyahu menjadikan HAMAS, yang tidak mengizinkan Palang Merah Internasional untuk menengok Kopral Gilad Shalit, sebagai alasan di balik pembatasan hak para tahanan itu.
Pembatasan tersebut meliputi larangan penggunaan telepon genggam, pemotongan tunjangan bagi tahanan yang sedang menempuh studi akademis, serta mencabut hak kunjungan keluarga.
Saat ini ada sekitar 7.000 warga Palestina di penjara-penjara Israel, termasuk perempuan, anak-anak, dan politisi. Banyak dari mereka yang ditahan untuk waktu lama, bahkan hingga ratusan tahun. (MR/Sahabat Al-Aqsha)

Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
