Tentara Zionis Gilad Shalit Dibebaskan, Ditukar 1.027 Tahanan Palestina
12 October 2011, 14:51.
JAKARTA, Rabu (Sahabatalaqsha.com): Zionis ‘Israel’ menyepakati pembebasan atas 1.027 tahanan Palestina.
Kesepakatan yang dimediasi oleh Jerman, Mesir, dan Arab ini merupakan bagian dari persetujuan pembebasan Kopral Gilad Shalid, yang ditangkap anggota milisi HAMAS di sebuah pos perbatasan dekat jalur Gaza pada Juni 2006.
Dalam sebuah pernyataan di televisi pada Selasa (11/10/2011) malam waktu setempat, Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Khalid Misy’al mengatakan bahwa kesepakatan pertukaran tahanan tersebut akan direalisasikan dalam dua tahap.
Pertama, ‘Israel’ harus membebaskan 450 orang tahanan Palestina dalam waktu satu minggu.
Ke dua, dalam tempo dua bulan berikutnya, Israel harus membebaskan 550 tahanan Palestina lainnya.
Pada tahap pertama dari kesepakatan itu, sebanyak 315 tahanan Palestina yang dijatuhi hukuman seumur hidup akan dibebaskan. Selain itu, sebanyak 27 tahanan perempuan dalam penjara Zionis ‘Israel’ pun akan dilepas.
Sesuai kesepakatan, Misy’al menambahkan, tahanan yang akan dibebaskan tidak hanya dari Tepi Barat atau Jalur Gaza, tetapi juga dari Al-Quds (Yerusalem) dan mereka yang berasal dari daerah pengasingan.
“Kesepakatan ini menunjukkan kesatuan Tanah Air kita dan rakyat kita. Juga memberitahu dunia bahwa rakyat Palestina yang berada di Palestina maupun di wilayah pengasingan tetap satu bangsa,” ujar Misy’al.
Sumber dari gerakan Hamas menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut meliputi pelepasan 300 tahanan seumur hidup, 45 tahanan dari Yerusalem, dan enam dari wilayah 1948.
Kepada situs berita Arabs48, juru bicara Komite Perlawanan Rakyat, Abu Mujahid mengatakan, kesepakatan itu mencakup pembebasan 450 tahanan yang merupakan pemimpin politik dan tahanan seumur hidup, juga semua tahanan perempuan, anak-anak, tahanan sakit, serta lanjut usia.
Misy’al lebih lanjut mengatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan sebuah prestasi yang membanggakan. Namun di sisi lain, tersimpan kesedihan karena tidak semua tahanan Palestina bisa dibebaskan.
“Tapi bagaimana pun kesepakatan ini menjadi langkah maju menuju kemerdekaan,” Misy’al melanjutkan.
Dan ia bersumpah bahwa perjuangan untuk membebaskan semua tahanan Palestina tidak akan pernah berhenti. Misy’al lebih lanjut mengatakan, penangkapan Shalid oleh Al Qassam HAMAS dan kelompok lain membuktikan bahwa sebuah kelompok yang berhasil mencapai kesepakatan akan mampu membebaskan tanah yang dirampas, memperoleh kembali hak, dan kesatuan Palestina. (MR/Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
