Statistik Mengerikan dari Blokade Zionis atas Gaza. Miskin, Kelaparan dan Sakit

21 October 2011, 17:09.

JAKARTA, Jumat (Sahabatalaqsha.com): Zionis ‘Israel’ merebut dan kemudian menutup akses terhadap 35% lahan pertanian serta sekitar 85% sumber-sumber air yang biasa dipakai untuk kebutuhan sektor perikanan di Gaza.

Demikian dilaporkan kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Laporan itu juga menyebutkan, aksi isolasi Gaza oleh ‘Israel’ menyebabkan 38% dari 1,6 juta populasi Gaza hidup dalam kemiskinan.

Rata-rata penghasilan warga di jalur Gaza juga turun lebih dari 20% dalam enam tahun terakhir. Dan sebanyak 26% angkatan kerja di Gaza, termasuk 38% golongan pemudanya, dalam status tidak bekerja.

OCHA juga mencatat, sekitar 54% warga Palestina di Gaza kekurangan makanan dan 75% lebih bergantung pada obat-obatan karena sakit.

Setiap harinya, sekitar 50-80 juta liter air di Gaza dibuang ke laut. Dan 90% lebih kondisi air di Gaza tidak layak minum. Selain itu, sekitar sepertiga dari kebutuhan obat-obatan, tidak tersedia.

Sejak awal 2010, Zionis telah membunuh 64 warga sipil Palestina dan sebanyak 621 orang luka-luka akibat serangan ‘Israel’. Lebih dari 60% dari peristiwa ini terjadi di wilayah dengan akses terbatas.

Laporan OCHA juga menyebutkan, blokade ‘Israel’ terhadap Gaza mulai dari tanah, udara, sampai laut merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan bertentangan dengan hukum internasional sehingga layak dijatuhi hukuman.

Blokade ini juga telah memengaruhi kegiatan ekspor impor, begitu pula dengan aktivitas keluar masuk orang di Gaza. Serta akses terhadap tanah pertanian dan kebutuhan air untuk sektor perikanan.

Penduduk Gaza tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka dan kualitas infrastruktur juga pelayanan vital di sana, sudah pasti dalam kondisi yang tidak layak.

Kendati aktivitas impor sedikit meningkat, namun jumlahnya masih 40% lebih sedikit dibandingkan awal tahun 2007. Adapun aktivitas ekspor dilarang ketat oleh ‘Israel’. Beragam sektor usaha di Gaza juga tidak dapat mengakses pasar tradisional mereka di ‘Israel’ dan Tepi Barat.

Disebutkan juga bahwa akses terhadap tanah dan kelautan juga sangat dibatasi. Menurut laporan OCHA, hanya sedikit proyek-proyek pembangunan rumah dan pelayanan vital di Gaza yang diizinkan ‘Israel’.

Namun, implementasi terhadap proyek-proyek yang diizinkan tersebut pada akhirnya juga terhambat karena kekurangan dana.

Menurut OCHA, tidak adanya rasa hormat ‘Israel’ terhadap hukum kemanusiaan internasional mengakibat korban sipil terus berjatuhan, terutama dalam bentrokan senjata. “Setiap hari, ribuan warga yang mayoritas adalah anak-anak, hidup dalam bahaya karena mengambil barang selundupan dari terowongan di bawah perbatasan Mesir,” tulis laporan itu.

Zionis telah mengisolasi warga Gaza dan memutus hubungan dengan wilayah terjajah Palestina lainnya. Warga Gaza juga dilarang memasuki Tepi Barat, baik melalui Israel Erez maupun Yordania oleh ‘Israel’.

Zionis juga membatasi jumlah orang yang masuk melalui Rafah Mesir dengan menolak ratusan permohonan izin masuk setiap minggunya. Sungguh ironis karena penjajah Zionis tidak memiliki hak apapun atas sumber-sumber air, kekayaan alam, dan wilayah Palestina. (MR/Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Beraninya Sama Anak Sekolahan! Pemukim Liar Yahudi Serang Sekolah Putri ‘Cordoba’ di al-Khalil
Yahudi Radikal Siapkan Imbalan Uang untuk Pembunuh Tahanan Palestina yang Baru Bebas »