Serdadu ‘Israel’ Lepaskan Anjing Buas untuk Menyerang Perempuan Palestina

4 January 2012, 07:28.

JAKARTA, Rabu (Sahabatalaqsha.com): Penangkapan sewenang-wenang dan penahanan rakyat Palestina oleh serdadu Zionis biasanya dilakukan lewat penggerebekan rumah antara pukul sebelas malam sampai dua dini hari. Tentu saja hal ini menimbulkan kepanikan dari keluarga-keluarga Palestina. Bahkan dalam beberapa peristiwa, tembakan gas air mata ataupun bom suara dilemparkan ke dalam rumah-rumah itu.

Tidak jarang juga, serdadu-serdadu keji ini menggunakan anjing militer untuk menakut-nakuti penghuni rumah dan melacak keberadaan korban yang akan ditangkap. Pada beberapa kasus juga, mereka menyita komputer, dokumen, juga uang milik warga dan menghancurkan furnitur-furnitur.

Penggerakan rumah juga merupakan salah satu taktik pelecehan yang dilakukan Zionis, seperti yang terjadi pada 14-20 November lalu ketika militer ‘Israel’ menggerebek beberapa rumah milik mantan tahanan Palestina. Alasannya, hanya supaya mereka tahu bahwa serdadu-serdadu ini mengawasi mereka.

Beberapa pekan yang lalu, sebanyak sepuluh rumah digerebek selama operasi penangkapan di kamp pengungsi Jenin dan desa Yatma di Selatan Nablus.

Penangkapan seenaknya dan penahanan rakyat Palestina ini menambah daftar panjang pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan Zionis. Pada 21 Desember kemarin, Amira Rahman ‘Awad, 47, dan anak lelakinya yang berusia 17 tahun diserang oleh anjing militer ‘Israel’ yang sengaja dilepaskan ke arah mereka selama proses penggerebekan di Ithna, Hebron.

Menurut Amira, pada peristiwa yang terjadi pukul 1.20 dini hari ini, beberapa serdadu menangkap anak tertuanya, Samer Issa ‘Awad, 24, yang dijatuhi hukuman penjara delapan tahun karena keanggotaannya dalam gerakan perlawanan Islam, Hamas.

Issa Muhammad ‘Awad, suami Amira telah mengatakan kepada serdadu-serdadu itu bahwa anaknya sedang dalam keadaan sakit. Ketika ia bicara dengan serdadu itu, Samer berteriak bahwa ia akan segera turun menemui tentara ‘Israel’.

Seketika itu,serdadu ‘Israel’ melempari bom suara ke dalam rumah dan langsung menangkap paksa Samer. Selama proses penangkapan, Amira diminta untuk masuk ke dalam rumah.

Serdadu-serdadu itu kemudian memanggil putera lelaki Amira yang berusia 17 tahun agar membawakan sejumlah pakaian untuk Samer. Beberapa saat setelah pintu rumah terbuka lebar, serdadu Zionis melepaskan seekor anjing militer yang seperti dikatakan Amira sangat besar dan terlihat seperti serigala.

Anjing ini kemudian menggigit Amira dan tidak mau melepaskannya selama sekitar lima menit. Jarallah, puteranya yang berusia 17 tahun langsung mendekati ibunya dan mencoba menjauhkan anjing itu darinya.

Anjing itu malah kemudian berbalik menggigit Jarallah dan baru melepasnya setelah beberapa serdadu masuk ke dalam rumah dan menarik anjing itu. Seperti belum cukup menyiksa, serdadu-serdadu itu kemudian memukul Jarallah dan mendorongnya ke tembok.

Akibat luka gigitan anjing, Amira kehilangan kesadaran dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Dokter mengatakan, ada sedikit kerusakan saraf akibat gigitan anjing buas itu.

Jarallah juga pergi ke rumah sakit untuk mengecek luka gigitan di tangannya dan terdeteksi bahwa kedua jarinya retak. Saat suami Amira mengetahui apa yang terjadi, ia mendekati serdadu-serdadu itu dan meminta identitas tentara yang telah melepaskan anjing ke arah istri dan anaknya. Permintaan ini ditolak mentah-mentah oleh serdadu Zionis.

Keesokan harinya, sekitar pukul 3.30 sore, Samer dibebaskan oleh Zionis.

Sebagaimana diberitakan oleh Sahabatalaqsha.com pada September 2011 yang lalu, pemerintahan penjajah Zionis bukan saja melatih dan mempersenjata pemukim-pemukim Yahudi untuk menindas demonstran Palestina, dikabarkan pula para pemukim ilegal Yahudi bahkan diperlengkapi dengan sepasukan anjing penyerang.

Sebuah perkumpulan yang diberi nama ‘Civilian Attack Dog Unit” di Tepi Barat dikabarkan sudah beberapa bulan ini melatih sejumlah anjing untuk menyerang orang Palestina.

Seorang pemukim Yahudi dari Amerika yang juga berprofesi sebagai pelatih anjing, Mike Guzovsky, mengatakan, “Anjing-anjing ini terlatih untuk menyerang begitu diperintahkan.”

Dia menambahkan, sebagaimana dilaporkan Reuters, anjing-anjing itu akan bermanfaat meredam demonstrasi warga Palestina yang menginginkan kemerdekaan dan negara mereka sendiri.

Kelompok yang sama menyebarluaskan sebuah video promosi yang menggambarkan seekor anjing menyerang seorang ‘infiltrator’ Palestina. (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Sahabat Al-Aqsha Safari Nonton Bareng “Tears of Gaza”
Dasar Zionis, Bocah Palestina Usia 6 Tahun pun Ditangkap! »