Kemarin Bandung Menangis untuk Palestina

6 January 2012, 06:45.

Nonton Bareng “Tears of Gaza” di Pesantren Daarut Tauhid. (foto: Sahabat Al-Aqsha)

BANDUNG, Jum’at (Sahabatalaqsha.com): Kemarin sore, diiringi hujan rintik-rintik dan langit yang mendung gelap, ratusan orang hadirin menyimak film “Tears of Gaza” (Tangisan-tangisan Gaza) di Aula Daarul Haj di komplek Pesantren Daarut Tauhid Bandung. Malam harinya, acara serupa digelar di Masjid Nur Sofa, perumahan Bumi Asri Padasuka.

Sebagian besar yang hadir di Auditorium Pesantren Daarut Tauhid itu tak mampu menahan tangis saat kejadian demi kejadian tertayang di layar raksasa, dengan dukungan sistem suara yang menggelegar di auditorium itu. Alhamdulillah, acara Nonton Bareng film dokumenter terbaik untuk memperingati 3 tahun serangan biadab Zionis “Israel” atas Gaza kemarin berjalan dengan baik.

Sukma Linto, penanggung jawab acara dari SATGANA-DT (Santri Penanggulangan Bencana Daarut Tauhid), menyatakan kesyukurannya karena acara yang digagas bersama kawan-kawannya santri Daarut Tauhid berjalan baik dan mendapat sambutan luas.

Acara dibuka oleh Agus Al-Muhajir, penyiar radio MQFM, dengan membacakan surat yang ditulis pendiri Sahabat Al-Aqsha Santi Soekanto di atas kapal kemanusiaan Mavi Marmara, Mei 2010.

Surat yang berjudul “Gaza Tidak Membutuhkanku…” itu beredar luas sewaktu Santi ditangkap dan dipenjara oleh tentara Zionis bersama lebih dari 600 orang relawan (12 diantaranya asal Indonesia) dari 32 negara, saat berusaha menembus pengepungan Zionis atas Gaza lewat kapal laut pada tanggal 31 Mei 2010.

Sebelum film “Tears of Gaza” ditayangkan, relawan Sahabat Al-Aqsha yang lain Dzikrullah memberikan pengantar.

Dijelaskan bahwa film karya sutradara Norwegia Vibeke Lokkeberg ini dibuat dengan dua cara: pertama, sang Sutradara datang ke Gaza dan mengumpulkan film-film amatir terbaik karya warga Gaza. Kedua, mewawancara banyak warga Gaza terutama anak-anaknya untuk menceritakan langsung apa yang dialaminya selama 22 hari dan malam serangan itu (mulai 27 Desember 2008, sampai 18 Januari 2009).

Seusai penayangan film, para hadirin mendapatkan pemaparan tentang berbagai proyek kemanusiaan yang didukung rakyat Indonesia lewat Sahabat Al-Aqsha di Gaza. Diantaranya tiga sumur air minum artesis untuk mengatasi kekurangan air, karena Zionis Israel meracuni air yang masuk ke Gaza. Buka puasa bersama dalam dua tahun terakhir. Juga TK Bintang Al-Quran, taman kanak-kanak pertama di Gaza yang 100% didanai oleh masyarakat Indonesia, gratis untuk ratusan anak yatim, faqir, miskin di desa Jabaliyah Al-Balad.

Dijelaskan pula saat ini, Sahabat Al-Aqsha terikat komitmen untuk membantu beasiswa bagi 30 orang mahasiswa kedokteran Gaza yang sedang belajar di Sudan.

“Dana yang terkumpul sore ini, langsung diserahkan kepada Sahabat Al-Aqsha untuk segera disampaikan kepada rakyat Palestina,” kata Linto. Pihaknya mewakili SATGANA-DT siap melanjutkan kerja sama yang sudah terjalin dengan Sahabat Al-Aqsha, melayani masyarakat Bandung mendukung perjuangan pembebasan rakyat Palestina dan Masjidil Aqsha.

Taufik Hidayat dan Uup Saefullah, pengurus Masjid Nur Sofa, Bumi Asri Padasuka, juga menyatakan komitmennya untuk menolong dan mendukung saudara-saudaranya di Gaza dan Palestina.

Semoga Allah ridha dan menolongnya.* (Sahabatalaqsha.com)

INFAQ TERBAIK ANDA

 

DONASI

 

Sampaikan Infaq terbaik anda melalui rekening

Donasi Palestina:
Bank Syariah Mandiri
No. Rek 7799800009 

an. Sahabat Al Aqsha Yayasan

Donasi Suriah:
Bank Syariah Mandiri
No. Rek 7799880002 

an. Sahabat Al Aqsha Yayasan

Untuk konfirmasi donasi anda, silakan klik di sini.

atau SMS ke
+62 877 00998 009 atau
+62 877 00998 002

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Provokasi Lagi, Zionis Pasang CCTV untuk Mata-matai Masjidil Aqsha
1.400 Pemukim Yahudi Serang Desa Palestina »