Komplain soal Persekongkolan Serdadu Zionis dan Pemukim Yahudi Tak Pernah Ditindaklanjuti

24 May 2012, 12:12.

JAKARTA, Kamis (Sahabatalaqsha.com): Organisasi HAM, B’Tselem telah melaporkan sedikitnya 57 komplain yang tidak ditindaklanjuti terkait persekongkolan antara serdadu-serdadu Zionis dengan para pemukim Yahudi saat menyerang warga Palestina. Jumlah keluhan ini dikumpulkan sejak intifada ke dua pada September 2000 sampai Desember 2011.

Seperti dikutip dari laman International Middle East Media Center, hari Sabtu (19/ 5/ 2012) lalu, sebuah video yang diambil sukarelawan B’Tselem merekam aksi konfrontasi antara para penduduk Asira al-Qiblita dengan pemukim Yahudi dari permukiman Yitzar. Dalam rekaman tersebut, beberapa pemukim Yahudi terlihat menembaki warga Palestina sambil disaksikan serdadu-serdadu Zionis. Para serdadu ini tidak melakukan apapun untuk menghentikan aksi brutal tersebut.

Komplain-komplain itu sendiri umumnya berasal dari organisasi HAM, seperti Yesh Din dan B’Tselem. Dari 57 komplain tadi, investigasi baru dilakukan pada empat kasus saja dan itupun dua di antaranya sudah ditutup tanpa ada tindakan apapun terhadap para serdadu yang terlibat.

Pada masa lalu, para tentara cadangan mengatakan bahwa jika mereka dihadapkan pada peristiwa bentrokan antara pemukim Yahudi dan warga Palestina, mereka tidak dapat berbuat banyak untuk mencegah aksi tersebut. Beberapa dari serdadu itu bahkan mengatakan bahwa jika aksi tersebut dintervensi, mereka akan menerima hinaan juga kutukan dari para pemukim Yahudi. “Kamu mungkin berpikir masalah terbesar kamu adalah berhadapan dengan warga Palestina. Tetapi sebenarnya masalah terbesar kita adalah berhadapan dengan penduduk Yahudi,” ujar salah seorang pejabat ‘Israel’. (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu Zionis Lindungi Aksi Brutal Pemukim Yahudi
Serdadu Zionis Culik Tujuh Warga Palestina dari Tepi Barat »