Dibebaskan Sudah Dalam Keadaan Sekarat, Lalu Meninggal
1 June 2012, 07:21.
|
Zuhair Lubada kemarin meninggal seminggu sesudah dikeluarkan dari penjara Zionis dalam keadaan sekarat. foto: PIC |
JAKARTA, Jumat (Sahabatalaqsha.com): Bersedihlah kita. Marahlah kita. Karena seorang lagi saudara kita dizhalimi sampai mati. Seorang pemimpin gerakan perlawanan Islam (Hamas) di kota Nablus, Zuhair Lubada, 50, dilaporkan meninggal kemarin (31/5) dini hari kemarin waktu Palestina. Lubada wafat seminggu setelah dibebaskan dari penjara Zionis karena sakit parah.
Kantor berita PIC (Palestinian Information Center) melaporkan, Lubada yang menderita sakit pada liver dan ginjalnya dibebaskan dari penjara Zionis sesudah sakitnya semakin parah. Selain berkali-kali dipenjara oleh Zionis, Lubada termasuk diantara 400-an pemimpin perjuangan Palestina yang pernah dipaksa tinggal selama setahun di Marj Az-Zuhur, wilayah tak bertuan diantara perbatasan Palestina-Lebanon (1992). Diantara pemimpin yang waktu itu juga terusir ialah Dr. Abdul Aziz Al-Rantisi, pelanjut Syeikh Ahmad Yasin.
Sebuah organisasi yang bekerja membela hak-hak para tawanan Palestina menyatakan bahwa penjajah Zionis bertanggung jawab atas kematian Lubada. “Perawatan yang diberikan kepada Lubada untuk penyakitnya sangat buruk,” tulis organisasi itu. Organisasi yang tak disebutkan namanya oleh PIC itu juga melaporkan bahwa tawanan yang dikembalikan ke keluarganya dalam keadaan sakit parah terus meningkat jumlahnya. * (MR/Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
