Warga di Delapan Desa Palestina Tak Henti Diteror
9 November 2012, 19:57.

Jangan matikan perasaan kita hanya karena begitu seringnya melihat foto seperti ini dari Palestina. Bayangkan kalau perempuan itu Ibu atau saudari kita… foto: Lawrence of Cyberia
JAKARTA, Jumat (Sahabatalaqsha.com): Penduduk di delapan desa Palestina di Al-Khalil Selatan, Tepi Barat sudah mengirimkan surat kepada sejumlah faksi Palestina dan badan-badan hukum agar membantu mengatasi penderitaan. Setiap hari sekitar 2.500 warga di delapan desa itu merasakan teror yang tiada henti dari pemukim Yahudi yang dikawal pasukan bersenjata Zionis Israel.
Setiap hari rumah-rumah mereka maupun berbagai fasilitas umum diserang. Para penduduknya diintimidasi dengan berbagai cara sampai mereka mau meninggalkan desa.
Koordinator Komite Palestina Rakyat di Yatta, Rateb Jabour mengatakan, lahan kedelapan desa itu berada di lokasi strategis dan merupakan wilayah penting. “Lahan desa itu sangat penting bagi warganya yang sudah tinggal di sana secara turun-temurun selama ratusan tahun, bahkan sebelum diduduki,” ujarnya seperti dikutip dari kantor berita PIC (Palestinian Information Center).
Sekitar tahun 1988 dan 1990, warga desa juga diusir oleh penjajah Zionis dengan alasan lahan mereka akan diubah menjadi zona militer, sehingga akan ‘berbahaya’ jika ditempati rumah penduduk sipil.
Jabour juga mengatakan, delapan desa dengan lahan-lahan pertanian yang luas itu berlokasi di atas tahan seluas 5000 hektar dan ditinggali 2.500 warga. Terdapat juga ratusan lumbung dan fasilitas lain yang dibutuhkan oleh para petani dan pemilik lahan.
Menurut Jabour, kedelapan desa itu dianggap sebagai benteng yang valid untuk proses Yahudisasi yang diimplementasikan di seluruh bagian Palestina. Desa-desa itu dikelilingi sepuluh permukiman ilegal Yahudi.
Menurut PIC, warga di ratusan desa di seantero Tepi Barat juga mendapat ancaman serupa sebagai bagian dari proses Yahudisasi.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
