Persediaan Seluruh Jenis Obat di Gaza Semakin Kritis
18 November 2012, 09:04.

Situasi di salah satu sudut jalan Gaza City. Korban luka-luka banyak yang kehabisan obat dan alat-alat medis. foto: ENS Newswire
JAKARTA, Ahad (SahabatAlAqsha.com): Sejumlah rumah sakit di Gaza mulai kewalahan menangani para korban serangan Zionis dan menghadapi krisis obat-obatan serta peralatan medis. Demikian dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu (17/11) kemarin, seperti dikutip dari kantor berita Reuters.
Pernyataan resmi di Gaza menyebutkan bahwa 43 warga Palestina dilaporkan tewas dimana hampir separuhnya adalah warga sipil, termasuk delapan orang anak sejak serangan Zionis pekan lalu.
Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan sebanyak 382 orang mengalami luka-luka, termasuk 137 anak-anak dan 245 orang dewasa akibat serangan tersebut. “Kebanyakan dari mereka yang dirawat di rumah sakit menderita luka bakar, luka terkena reruntuhan bangunan dan cedera kepala,” tulis pernyataan WHO yang dikeluarkan di Jenewa.
WHO juga menyebutkan bahwa pihak berwenang telah menyatakan situasi darurat di seluruh rumah sakit di Gaza. “Kementerian Kesehatan Gaza juga terpaksa menunda semua operasi karena kekurangan obat-obatan anestesi,” sebut WHO.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
