Zionis Panik, Siap-siap Bangun 3.000 Unit Rumah Ilegal Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem

1 December 2012, 12:31.

JAKARTA, Sabtu (Sahabatalaqsha.com): Penjajah Zionis ‘Israel’ akan membangun 3.000 unit rumah ilegal Yahudi di Tepi Barat dan wilayah Yerusalem Timur yang diduduki. Ini merupakan pelanggaran baru ‘Israel’ terhadap hukum internasional dan konvensi ke empat Jenewa.

Seperti dikutip dari IMEMC (International Middle East Media Center), sebuah pernyataan resmi ‘Israel’ menyebutkan, keputusan itu diambil sebagai respons atas diakuinya Palestina sebagai negara pemantau non-anggota dari status sebelumnya sebagai entitas pemantau oleh PBB beberapa hari lalu.
Dalam voting yang dilakukan dalam Sidang Majelis Umum PBB, sebanyak 138 anggota majelis mendukung resolusi Palestina, sembilan anggota menolak dan 41 anggota sisanya abstain.

Pernyataan resmi ‘Israel’ itu juga menyebutkan bahwa keputusan itu mempermalukan ‘Israel’ di antara komunitas internasional karena besarnya dukungan terhadap Palestina dan adanya pengakuan Palestina sebagai sebuah negara yang berada di bawah penjajahan ‘Israel’.

Terkait keputusan Zionis ‘Israel’ memperluas permukiman ilegal Yahudi, Gedung Putih mengatakan bahwa rencana tersebut kontraproduktif dan akan menambah rintangan dalam upaya perdamaian.

Pada Jumat 30/11 kemarin, puluhan aktivis Palestina, ‘Israel’ dan internasional menggelar unjuk rasa rutin untuk memprotes pembangunan tembok aneksasi dan permukiman ilegal Yahudi di desa Ni’lin, Bil’in, Nabi Saleh, lalu di dekat Ramallah Tepi Barat, di desa Al-Ma’sara di dekat Bethlehem, di Kufur Qaddoum di dekat Qalqiliya serta sejumlah area lainnya.

Serdadu-serdadu Zionis merespons unjuk rasa tanpa kekerasan ini dengan menyerang para demontsran memakai peluru karet. Serangan ini mengakibatkan beberapa pengunjuk rasa terluka dan puluhan orang lainnya mengalami gangguan pernafasan akibat gas air mata.

Sejumlah pengunjuk rasa di Ni’lin membakar satu bagian dinding tembok setelah serdadu-serdadu Zionis menyerang aksi protes mereka.

Keputusan PBB tersebut juga mengundang kecaman dari anggota parlemen ‘Israel’ yang juga Wakil Perdana Menteri serta Menteri Pembangunan Daerah dan Pembangunan Negev dan Galilea, Silvan Shalom. Ia mengancam bahwa ‘Israel’ akan menduduki kembali Tepi Barat.

Saat diwawancarai oleh radio ‘Israel’, Shalom yang berasal dari partai Likud menuduh otoritas Palestina di wilayah Tepi Barat melanggar perjanjian Oslo.

PNN (Palestine News Network) juga melaporkan, Shalom mengancam bahwa ‘Israel’ akan memperketat kontrol militer di seluruh wilayah Tepi Barat dan akan menghubungkan Ma’ale Adumim (blok permukiman ilegal Yahudi terbesar di Tepi Barat) dengan wilayah Yerusalem Timur yang diduduki melalui penyitaan besar-besaran lahan warga Palestina. (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Perjuangan Belum Selesai (Catatan Sesudah Serangan Zionis ke Gaza Nopember 2012)
Hanya dalam Sebulan, Zionis ‘Israel’ Tangkapi 621 Warga Palestina »