Netanyahu Ngotot Bangun 3.000 Rumah Yahudi di Tanah Palestina
3 December 2012, 06:54.
JAKARTA, Senin (SahabatAlAqsha.com): Perdana Menteri zionis ‘israel’ Benjamin Netanyahu semakin tidak peduli pada kritik dan kecaman masyarakat internasional. Maan News melaporkan, kemarin (2/12) Netanyahu menyatakan pihaknya akan tetap membangun 3.000 unit rumah baru bagi pemukim ilegal Yahudi di atas tanah Palestina.
“Kami akan melakukan pembangunan di Yerusalem dan tempat-tempat lainnya yang berada dalam peta strategis ‘israel’,” ujar Netanyahu. Bukan saja oleh masyarakat internasional, aparat keamanan zionis sendiri tidak menyetujui rencana pemerintahan Netanyahu itu, yang menurut penilaiannya “tidak memenuhi perhitungan keamanan yang memadai”.
Kantor berita IMEMC mengutip koran yang diterbitkan warga Yahudi Maariv, bahwa para pejabat keamanan zionis menganggap keputusan Netanyahu itu sebagai langkah marah dan tergesa-gesa. Mereka mengatakan, pemerintah zionis tidak perlu menghukum Palestina atas kemenangannya di Sidang Majelis Umum PBB. Keputusan pembangunan ribuan rumah ilegal itu, disebutkan tidak diperlukan selama Palestina bisa menahan diri tidak menuntut zionis di Pengadilan Pidana Internasional.
Keputusan pembangunan itu disampaikan pekan lalu, setelah PBB menaikkan status Palestina sebagai “negara pemantau non-anggota” dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York. Melalui status barunya ini, Palestina dapat bergabung dengan badan-badan PBB, terlibat dalam perjanjian internasional serta memungkinkan Palestina menuntut zionis ke pengadilan internasional.
Ketua Otorita Palestian, sebuah badan otonomi yang dibentuk oleh zionis dan Amerika Serikat bagi sekelompok politisi Palestina, Mahmoud Abbas, menyatakan tidak akan menuntut zionis ke pengadilan internasional sebagai penjahat perang. Suatu sikap yang berlawanan dengan keinginan mayoritas rakyat Palestina.
Sebagai reaksi atas naiknya status Palestina di PBB itu, pemerintah Netanyahu mengumumkan akan membangun 3.000 rumah bagi warga Yahudi di Yerusalem Timur. Pendukung utama zionis, Amerika Serikat, pun tidak mendukung rencana tersebut.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Seorang ibu Palestina sedang di-bully oleh segerombolan pemukim Yahudi ilegal. foto: Attending the World
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
