Pelanggaran Gencatan Senjata ke-25: Zionis Tembaki Petani Gaza dan Relawan

15 December 2012, 14:21.
Gaza farmer. foto: Maan

Gaza farmer. foto: Maan

JAKARTA, Sabtu (SahabatAlAqsha.com): Pasukan zionis ‘Israel’ menembaki dan menyerang dengan gas air mata sejumlah petani Palestina dan aktivis solidaritas di desa Khuza’a, desa kecil di Khan Younis, Gaza, yang berada di dekat perbatasan ‘Israel’.

Occupied Palestine melaporkan hari Rabu (12/12) sekitar pukul 10.30 pagi, sejumlah petani tiba di ladang mereka dan mulai membajak sekitar seratus meter dari pagar perbatasan.  Tak lama, mereka bertemu dengan jip militer zionis dan kendaraan lain. Seorang serdadu Zionis memperingatkan mereka dalam bahasa Arab untuk meninggalkan area tersebut. Ia lalu melancarkan dua tembakan ke udara. Meski mendengar tembakan peringatan, para petani dan relawan tetap melanjutkan pekerjaan mereka dengan tenang. Serdadu-serdadu Zionis lalu meninggalkan area.

Sekitar pukul 11.00 pagi, 20 warga Palestina dan petani berkumpul sekitar 300 meter dari pagar perbatasan. Dua jip militer zionis datang kembali ke area itu. Seorang serdadu keluar dari kendaraannya dan melepaskan empat tembakan yang langsung mengarah kepada para petani dan relawan. Tembakan keempat melewati pagar perbatasan dan mendarat di ladang yang sedang dibajak. Sekali lagi, para petani dan aktivis tidak mempedulikan tembakan itu. Kedua jip zionis lalu meninggalkan area dan para petani menyelesaikan garapan lahan mereka dan pindah ke area lain.

Sekitar 15 menit setelahnya, dua jip zionis kembali mendekat dan kini salah satunya sudah dilengkapi dengan senjata mesin otomatis. Seorang serdadu zionis menembakkan tiga tabung gas air mata ke arah para aktivis. Ia lalu menembaki traktor hingga merusak mesinnya dan membuat pekerjaan garapan petani terhenti.

Dua hari sebelumnya, para petani Gaza sukses membajak dan menaburkan bibit gandum di area dekat perbatasan zionis. Meskipun penjajah zionis memperingatkan para petani untuk tetap menjaga jarak dari pagar perbatasan, mereka tidak sampai menembaki petani seperti kemarin. “Insiden ini adalah salah satu contoh pelecehan yang dilakukan militer ‘Israel’ dan ketidakpastian bagi para petani untuk menggarap lahan mereka,” ujar seorang relawan dari Spanyol.

Sejumlah warga Khuza’a mengatakan, selama 13 belas tahun terakhir ini, mereka belum pernah menanami area tersebut karena dikatakan sebagai zona militer oleh zionis. Pasukan zionis, ujar mereka, sudah berulang kali menghancurkan lahan pertanian mereka selama serangan militer. Mereka juga secara rutin menembaki para petani yang mencoba menggarap lahannya.

Sejak tercapai gencatan senjata antara Hamas dengan zionis 21 Nopember lalu, para petani mendapat kesan zionis akan berhenti menyasar warga-warga sipil yang berada di dekat area perbatasan. Mereka juga mengira zionis akan berhenti mengepung wilayah udara, laut dan tanah Gaza. Mereka menambahkan, ini adalah musim paling baik untuk menanam gandum dan ironisnya para petani Gaza tidak bisa secara optimal menggarap lahan mereka. Karena terus diganggu serdadu penjajah di perbatasan.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Gaza Boikot Perusahaan Telekomunikasi Zionis
Akibat Serangan Zionis, 3.000 Warga Gaza Kehilangan Tempat Tinggal »