Bertahun-tahun Disekap Zionis Tanpa Alasan yang Jelas

12 January 2013, 14:30.

Omar Jaber, 55 tahun, disiksa dan dipenjara selama hampir 4 tahun tanpa pengadilan. foto: AHRAR

JAKARTA, Sabtu (SahabatAlAqsha.com): Dalam situasi normal, setiap tersangka akan ditempatkan sementara di penjara untuk menunggu sidang. Tapi bagi tahanan Palestina di penjara-penjara ‘Israel’, kondisinya tidak demikian.

Situs Pusat Studi Tahanan dan HAM Palestina, AHRAR menulis, seorang tahanan Palestina bernama Omar Jaber, 55 tahun, dari kota Iktaba, dekat Tulkarem, Tepi Barat adalah ayah dari lima orang anak. Ia disekap di penjara Zionis ‘Israel’ sejak 26 Maret 2008. Bertahun-tahun mendekam di penjara, ia belum pernah sekalipun disidang.

Istri Omar, Ummu Jaber mengatakan kepada Ahrar tentang kondisi suaminya yang menderita berbagai penyakit, seperti tekanan darah tinggi, sakit perut, kolesterol dan berat badannya terus merosot. Selama ditahan, Jaber tidak mendapatkan perawatan yang memadai.

“Suami saya ditahan pertama kali pada 1992. Ia diperiksa dengan penuh kekerasan selama 35 hari di penjara Tulkarem. Pada 2008, Jaber kembali ditangkap dan dibawa ke pusat investigasi Jalama. Ia berada di sana selama 18 hari tanpa diizinkan untuk beristirahat apalagi tidur. Di sana ia juga disiksa,” papar istri Jaber.

Ia melanjutkan, tiga tahun berlalu dan Jaber tidak boleh dikunjungi keluarganya. “Sekarang kita boleh sesekali mengunjunginya tapi sering dilarang dengan alasan keamanan. Setiap kali kami menjenguknya, kondisi tubuhnya terus memburuk dan pihak penjara tetap saja mengurungnya tanpa mengirimnya ke pengadilan. Saya sendiri pernah ikut ditahan selama delapan hari untuk memaksa Omar mengaku. Mereka juga menangkap anak saya dan menghukumnya selama empat tahun di penjara,” urainya.

Ummu Jaber menceritakan, ia dan Jaber memiliki lima orang anak. Dua anak gadisnya telah menikah tanpa kehadiran ayahnya. Direktur AHRAR, Fuad Khuffash mengatakan, sebelum disekap di penjara Zionis, Jaber dikejar-kejar ‘Israel’ selama enam tahun. ‘Israel’ terus berusaha menangkapnya tanpa ada bukti apa pun. “Pada setiap sidang, perwakilan intelijen meminta penuntut untuk menunda sidang dan memaksa Jaber untuk mengakui hal-hal yang tidak dilakukannya. Akhirnya pengadilan terus ditunda selama bertahun-tahun,” ujar dia.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bismillaah… Ini Poster Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia
Aneh! Pemuda-Pemuda Palestina Ditangkap karena Main Salju »