Zionis ‘Israel’ Terus Langgar Gencatan Senjata, Media Diam
26 January 2013, 10:35.
JAKARTA, Sabtu (SahabatAlAqsha.com): Gencatan senjata antara Hamas dengan zionis ‘israel’ disepakati pada 21 Nopember 2012 lalu untuk mengakhiri delapan hari serangan biadab Zionis di Jalur Gaza. Jenny Linnell dalam artikelnya di situs Mondoweiss menulis, tidak ada satu pun laporan penembakan roket dari Gaza sejak 21 November itu.
Tetapi sebaliknya, tulisnya, sedikitnya empat warga Palestina tewas dan 80 orang lainnya terluka sejak kesepakatan gencatan senjata itu. Pelanggaran kesepakatan yang dilakukan Zionis ‘Israel’ ini hanya mendapat sedikit tempat dalam pemberitaan dan malah tidak diberitakan dalam media besar.
Bagi warga sipil Palestina yang hidup di perbatasan, makna gencatan senjata adalah: tetap hidup dalam teror dan ancaman pasukan zionis. Linell menyebutkan, Beit Lahiya di Utara Jalur Gaza adalah salah satu tempat yang menjadi saksi pelanggaran kesepakatan gencatan senjata oleh zionis. Sepekan lalu, Mustafa Abu Jarad, 20, dibunuh secara brutal oleh pasukan Zionis.
Kemudian Abdullah Marouf, 18, yang saat itu sedang berada di Barat Beit Lahiya mendapat tembakan di kaki kanannya oleh pasukan Zionis hingga mematahkan tibia dan fibulanya (dua tulang panjang di kaki). Memangnya apa yang dilakukan Abdullah hingga separah itu lukanya? Sekitar pukul sembilan pagi pada 21 Januari lalu, Abdullah berada sekitar 250 meter dari pagar perbatasan. Ia tengah mengumpulkan logam bekas bersama kedua saudara laki-lakinya.

Abdullah Marouf kakinya ditembak tentara zionis saat mengumpulkan besi bekas di dekat perbatasan. foto: Mondoweiss
Tak lama kemudian, serdadu-serdadu Zionis yang melihat dari menara pengawas melepaskan tembakan ke arah mereka dan Abdullah tertembak. Dua petani lokal membawanya ke rumah sakit Kamal Adwan. Karena lukanya parah, pihak dokter memperkirakan Abdullah memerlukan waktu sedikitnya 12 bulan untuk pulih.
Abdullah yang tengah merencanakan pernikahan ini, bekerja sebagai penjual logam bekas bersama kedua saudaranya. Kini, untuk sementara waktu ia tidak bisa menafkahi sembilan orang anggota keluarganya. Dan tidak mengherankan kalau Abdullah tidak lagi mempercayai kesepakatan gencatan senjata.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
