B’Tselem: “Sejak 2005 Israel Bunuh 56 Orang Pengunjuk Rasa”
29 January 2013, 08:01.

Mustafa Tamimi, 28 tahun, ditembak di wajahnya sampai tewas oleh tentara zionis ‘Israel’ saat berunjuk rasa di Nabi Saleh, Tepi Barat, 9 Desember 2011. foto: Demotix
JAKARTA, Selasa (SahabatAlAqsha.com): Kelompok HAM, B’Tselem mengatakan, militer Zionis ‘Israel’ melanggar peraturan internasional di Tepi Barat dengan mengizinkan para serdadunya melakukan serangan mematikan kepada para pengunjuk rasa Palestina. Dalam sebuah laporan terbaru yang dipublikasikan Senin 28/1 kemarin, B’Tselem menyebutkan bahwa lebih dari delapan tahun terakhir ini, sedikitnya sepuluh warga Palestina dibunuh serdadu Zionis dalam aksi unjuk rasa di Tepi Barat.
B’Tselem, seperti dikutip dari kantor berita PIC (Palestinian Information Center) menyebutkan, pasukan ‘Israel’ di antaranya menggunakan gas air mata, granat dan peluru dilapis karet untuk membubarkan para pengunjuk rasa Palestina yang tidak bersenjata. B’Tselem mencatat, sejak 2005 serdadu Zionis membunuh sedikitnya 56 warga Palestina dalam aksi protes.
Sejak 2005 itu, sebanyak enam warga Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan peluru dilapis karet dan dua lainnya akibat gas air mata. Kedua senjata ini, menurut B’Tselem, akan menjadi senjata mematikan jika ditembakkan langsung ke para pengunjuk rasa. Sekitar 48 pengunjuk rasa lainnya disebutkan tewas akibat tembakan peluru tajam. Kelompok HAM ini juga menyalahkan otoritas ‘Israel’ yang tidak melakukan apa pun untuk mencegah terulangnya insiden ini dan mengontrol perilaku para serdadu Zionis.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
