‘Israel’ Akan Bangun RS untuk Korban Suriah, tapi Tetap Bunuhi Warga Palestina

21 February 2013, 12:18.

Tentara zionis di perbatasan dengan Suriah. foto: Haaretz

JAKARTA, Kamis (SahabatAlAqsha.com): Tentara penjajah zionis ‘israel’ berencana membangun sebuah rumah sakit darurat di dekat perbatasan dengan Suriah di Dataran Tinggi Golan untuk mengobati rakyat Suriah yang terluka dan berusaha masuk ke Palestina.

Dua hari yang lalu, untuk pertama kalinya serdadu zionis mengevakuasi tujuh orang pengungsi Suriah. Demikian dilaporkan oleh Channel 10 Senin malam (18/2). Menurut stasiun televisi ‘israel’ itu, rencananya rumah sakit darurat itu akan didirikan di dekat perbatasan dengan Quneitra. Diharapkan, dengan adanya rumah sakit lapangan itu, kalau ada warga Suriah yang mengungsi bisa ditampung di situ saja. Tidak perlu dievakuasi ke dalam kawasan Palestina yang dijajah zionis.

Pihak militer zionis memperkirakan, sesudah dievakuasinya ketujuh warga Suriah itu, akan lebih banyak pengungsi yang datang. Secara resmi pihak militer zionis tidak mengeluarkan pernyataan tentang rencana tersebut.

Pada pertemuan kabinet mingguan Ahad kemarin, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyatakan dengan jelas bahwa pihaknya tidak akan membuka perbatasannya untuk para pengungsi Suriah. “Kami melihat pertempuran kemarin di perbatasan kami. Kami akan terus melindungi perbatasan kami dan mencegah orang-orang masuk, kecuali utuk individu dengan kasus spesifik. Setiap orang akan dipertimbangkan masing-masing,” ujarnya.

Menurut Channel 10 ketujuh orang warga Suriah yang dievakuasi itu telah dibawa ke RS Sieff dengan ambulan militer.

Direktur rumah sakit, Oscar Embon mengatakan, salah satu dari warga Suriah tersebut tiba dalam kondisi kritis namun sekarang mulai membaik. Sementara keenam warga lainnya disebutkan dalam kondisi moderat setelah menjalani operasi. Meski dijauhkan dari media, media ‘Israel’ mengindentifikasi ketujuh warga Suriah tersebut sebagai ‘pemberontak’.

Konvensi Pengungsi 1951 PBB menetapkan, bahwa “Siapa pun yang melintasi perbatasan internasional dan merasa yakin nyawanya terancam di negaranya, wajib diberikan proses suaka.”

Bagaimana kalau yang mengancam nyawa 1,7 juta jiwa warga Gaza adalah zionis ‘israel’?* (MR/Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina - Suriah

« Setiap Kali Berkunjung ke Penjara Zionis, Keluarga Tawanan Dilecehkan
Kenapa Kita Harus Menolong Rakyat Suriah (Catatan dari Suriah-2) »