Seharian Kemarin, Tentara Zionis Tembak Lima Warga Palestina, Dua Kritis

2 March 2013, 12:27.

foto arsip: IMEMC

JAKARTA, Sabtu (SahabatAlAqsha.com):Di Gaza, pasukan penjajah zionis ‘israel’ menembak dan melukai tiga orang Palestina di sebelah utara Jalur Gaza kemarin (1/1). Sedangkan di Tepi Barat, pasukan penjajah menembaki pengunjuk rasa, dua orang terluka parah dan saat ini masih dalam keadaan kritis.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf Al-Qidra mengatakan kepada Maan News bahwa ketiga korban di Gaza berusia antara 19-21 tahun tersebut ditembak pasukan Zionis dari menara militer di perbatasan Timur Laut Gaza.Ketiga pemuda itu terkena tembakan di kaki bagian bawah.
Juru bicara militer zionis menuduh ketiga warga Palestina itu melemparkan batu dan bom molotov ke pagar perbatasan serta ada juga tembakan yang merusak kendaraan militer. Pihak penjajah merespon dengan melepaskan tembakan.
Sejak kesepakatan gencatan senjata antara penjajah zionis dengan Hamas Nopember 2012 lalu, pasukan Zionis sudah 108 kali melanggar gencatan senjata. Mereka menembak dan bahkan membunuh tiga warga Palestina di Jalur Gaza serta melukai sedikitnya 40 orang lainnya.
Kritis di Tepi Barat
Penembakan kedua orang warga yang saat ini kritis terjadi ketika pasukan zionis menyerang ratusan pengunjuk rasa di Tepi Barat yang memprotes kematian tahanan Palestina, Arafat Jaradat. Pria berusia 33 tahun ini minggu lalu mati syahid setelah ditangkap dan disiksa oleh intelijen zionis Shin Bet di dalam penjara.
Maan News melaporkan, salah satu korban, yaitu Mahmoud Audah, 20, ditembak di bagian kepalanya di pos pemeriksaan Qalandiya. Ia lalu dibawa ke rumah sakit Hadassah dan kini dalam kondisi kritis.
Seorang jurnalis Palestina, Jihad al-Qadi juga ditembak di bagian perutnya oleh pasukan Zionis ketika ia tengah meliput bentrokan yang terjadi di luar penjara Ofer. Akibat tembakan ini, ada bagian dari hatinya yang harus diangkat.
Juru bicara militer penjajah mengklaim sekitar 200 warga Palestina terlibat dalam aksi kekerasan di Beitunia dan melempari para petugas dengan batu serta bom molotov. Menurut juru bicara ini, tidak ada laporan korban luka-luka di Qalandiya.
Puluhan pengunjuk rasa Palestina diserang oleh peluru karet dan tembakan gas air mata di sepanjang Tepi Barat. Di Al-Khalil atau Hebron, pasukan Zionis menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah pengunjuk rasa yang tengah menandai peringatan pembantaian tahun 1994 ketika 29 warga Palestina dibunuh oleh seorang Yahudi bernama Barouch Goldstein di Masjid Ibrahim.
Buntut kejadian itu, sejak itu, masjid yang di dalamnya ada makam Nabi Ibrahim ‘alayhissalam itu, dibagi dua. Separo untuk masjid, separo untuk sinagog.
Seorang polisi Otoritas Palestina juga dilaporkan terkena pukulan tabung gas air mata sementara polisi lainnya mendapat tembakan peluru karet. Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Polisi Zionis Dukung Pengeroyokan atas Perempuan Palestina
Sekolah di Garis Depan Perang (Catatan dari Suriah-7) »