JALUR GAZA, Jum’at (Sahabatalaqsha.com): Kaum lelaki Indonesia, setiap Anda melaksanakan solat Jum’at, ingat-ingatlah, lima jam kemudian sesudah Anda solat dengan khusyu’ dan tenang mendengarkan khutbah, ribuan pemuda Palestina harus berhadap-hadapan dengan tentara Zionis Israel yang mencegah mereka masuk ke halaman Masjidil Aqsha. Setiap hari Jum’at.
Pagi tadi saat sarapan bersama di sebuah rumah warga Gaza, seorang perwira polisi Palestina menceritakan kepada Tim Sahabat Al-Aqsha, yang boleh melakukan solat Jum’at di Masjidil Aqsha hanya mereka yang berusia 50 tahun ke atas, dan ber-KTP kota Al-Quds alias Jerusalem, atau sebagian kecil yang ber-KTP beberapa kota di Tepi Barat.
“Penjajah Zionis ingin memutus hubungan batin antara pemuda-pemuda Palestina dengan Masjidil Aqsha,” katanya kepada Sahabat Al-Aqsha.
Masjidil Aqsha di kota Al-Quds, Palestina, yang merupakan masjid suci ketiga sesudah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sejak tahun 1967 sepenuhnya dikuasai oleh Zionis Israel. Berbagai upaya telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun rakyat Israel untuk melenyapkan Masjidil Aqsha, dan diganti dengan Haikal Sulaiman (Temple of Solomon) sesuai keyakinan mereka.
Mulai dari penggalian ratusan meter terowongan di bawah pondasi Masjid, penyerbuan, pendirian sinagog di sekeliling Masjid, pendirian bar dan diskotik, serta pos-pos tentara dan kepolisian yang pelan-pelan memperluas wilayahnya ke dalam halaman Masjid.
Ribuan pemuda Palestina yang tak bisa masuk ke halaman Masjidil Aqsha terpaksa solat Jum’at di atas jalan-jalan aspal di sekitar Masjid. Mereka melaksanakan solat zhuhur berjama’ah, bukan solat Jum’at. Di bawah todongan senjata-senjata api tentara dan polisi Zionis Israel. Setiap hari Jum’at.* (Sahabatalaqsha.com)