Abbas Dikecam Warga Palestina Karena Omongannya tentang Hak Kembali

20 January 2014, 01:32.
Seorang kakek warga Palestina masih menyimpan kunci rumahnya di tanah kelahirannya, Palestina, yang direbut penjajah zionis sejak 1948. Foto: PIC

Seorang kakek warga Palestina masih menyimpan kunci rumah di tanah kelahirannya, Palestina, yang direbut penjajah zionis sejak 1948. Foto: PIC

BEIRUT, Ahad (PIC): Organisasi Tsabit untuk Hak Kembali mengecam pernyataan presiden Palestina, Mahmoud Abbas, baru-baru ini yang menganggap hak kembali rakyat Palestina adalah urusan personal dan opsional yang bisa diganti dengan hal lain.
Organisasi tersebut mengatakan bahwa pernyataan Abbas sejalan dengan rencana sekretaris Amerika Serikat, John Kerry, yang berencana membatalkan hak kembali bagi pengungsi Palestina ke kampung halaman mereka pada 1948. Menurut Organisasi Tsabit, bagi rakyat Palestina, hak kembali adalah mutlak dan tidak ada yang boleh merenggutnya sebagaimana tercantum dalam Konvensi Keempat Jenewa tahun 1949.
“Para pengungsi Palestina menolak segala bentuk pemindahan tempat tinggal atau mengganti tanah air mereka. Karena itu pemerintah harus menarik kembali pernyataan Abbas, mengakhiri negosiasi yang sia-sia, mempersatukan kembali Palestina, dan memperjuangkan hak rakyat Palestina termasuk hak untuk kembali,” tegas jurubicara Organisasi Tsabit.
Organisasi Tsabit juga meminta Otoritas Palestina untuk memperhatikan masalah rakyat Palestina di Suriah, terutama di kamp Yarmouk yang telah dikepung berbulan-bulan. Mereka menekankan, “Harus ada upaya keras menghentikan blokade dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke kamp Yarmouk sebelum semuanya terlambat.” * (PIC)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Empat Pengungsi Palestina di Suriah Meninggal Akibat Pengepungan dan Penembakan
Channel 10 Zionis Ungkap Rencana Penghancuran Masjidil Aqsha »