Media ‘Israel’ Hapus Laporan yang Buktikan Serdadu Bunuh Warganya Sendiri dengan Tank dan Helikopter Apache

22 November 2023, 15:14.

(The Cradle) – Lembaga sensor militer menghapus perincian dari laporan media ‘Israel’ yang menunjukkan bahwa pasukan ‘Israel’ membunuh banyak serdadu dan warga sipil mereka sendiri selama serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober yang menewaskan 1.200 warga ‘Israel’.

‘Israel’ mengklaim bahwa Hamas membantai 1.200 serdadu dan warga sipil ‘Israel’ selama serangan mendadak terhadap permukiman ilegal Yahudi di sekitar Gaza. Hamas juga membawa sekitar 240 warga ‘Israel’ ke Gaza sebagai tawanan.

Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa banyak warga ‘Israel’ yang tewas dalam serangan itu dibunuh oleh pasukan ‘Israel’ sendiri.

Ketimbang bernegosiasi dengan para pejuang Hamas yang berada di dalam rumah-rumah dengan tawanan ‘Israel’ di sejumlah permukiman di sekitar Gaza, pasukan ‘Israel’ menggunakan tembakan tank untuk menghancurkan rumah-rumah tersebut, membunuh semua orang di dalamnya.

Saat para pejuang Hamas membawa tawanan melintasi perbatasan Gaza dengan mobil dan berjalan kaki, pasukan ‘Israel’ menggunakan helikopter Apache untuk menembak jatuh mereka.

Hal ini ditegaskan lebih lanjut dalam sebuah laporan dari harian liberal ‘Israel’, Haaretz, pada tanggal 18 November. Haaretz melaporkan bahwa menurut penyelidikan serdadu ‘Israel’, helikopter Apache telah melepaskan tembakan ke arah para pejuang Hamas dan warga ‘Israel’ di festival Nova.

Laporan media berbahasa Ibrani ini sebelumnya menunjukkan bahwa pilot helikopter ‘Israel’ mengalami kesulitan membedakan antara para pejuang Hamas dan warga Palestina lainnya yang melintasi perbatasan Gaza dan memasuki ‘Israel’ di satu sisi, serta warga ‘Israel’ yang ingin ditawan, di sisi lain.

Namun, laporan Haaretz kini telah disunting untuk menghilangkan pengakuan bahwa helikopter Apache menargetkan festival musik tersebut.

Berikut ini bagian yang sekarang telah dihapus:

“Para teroris bermaksud mencapai kibbutz Reim dan kibbutzim di dekatnya. Menurut sumber polisi, penyelidikan atas insiden tersebut juga mengungkapkan bahwa helikopter tempur IDF yang tiba di lokasi kejadian dari pangkalan Ramat David menembaki para teroris dan tampaknya juga mengenai beberapa orang yang sedang bersuka ria di sana. Menurut polisi, 364 orang tewas dalam festival tersebut.”

Versi arsip artikel asli tanggal 18 November menunjukkan bagian yang dihilangkan, sedangkan laporan saat ini di situs Haaretz tidak menunjukkannya. 

https://twitter.com/sayerjigmi/status/1726247167223046185?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1726247167223046185%7Ctwgr%5Ede053b32dfc1cab0079c0ada92a598ed509b62b9%7Ctwcon%5Es1_c10&ref_url=https%3A%2F%2Fnew.thecradle.co%2Farticles-id%2F13231

Hukum ‘Israel’ memerintahkan jurnalis untuk menyerahkan artikel apa pun ke lembaga sensor militer sebelum dipublikasikan jika artikel tersebut membahas masalah keamanan. Persyaratan ini juga mengakibatkan sensor mandiri yang signifikan di kalangan jurnalis dan saluran berita ‘Israel’.

Situs berita 972 Magazine mencatat pada tahun 2022 lembaga sensor militer ‘Israel’ memblokir publikasi 159 artikel di berbagai media ‘Israel’, dan menyensor sebagian dari 990 artikel lainnya.

‘Israel’ tidak mengakui bahwa helikopter Apache menargetkan konser Nova, dan sebaliknya mengklaim bahwa pejuang Hamas dengan sengaja membantai 260 warga ‘Israel’ di lokasi konser Nova pada pagi hari tanggal 7 Oktober sebagai bagian dari serangan yang lebih luas terhadap pangkalan militer dan permukiman ilegal ‘Israel’. 

Narasi bahwa Hamas melakukan kekejaman “gaya ISIS”, termasuk klaim yang tidak berdasar bahwa para pejuangnya memerkosa perempuan dan mayat mereka, memenggal kepala bayi, dan bahkan memanggang bayi hidup-hidup di dalam oven, telah digunakan oleh para pemimpin ‘Israel’ untuk membenarkan pengeboman yang sedang berlangsung di Gaza, yang oleh banyak orang dianggap sebagai genosida.

Namun, sekarang tidak jelas berapa banyak warga sipil ‘Israel’ yang tewas oleh Hamas seperti yang diperkirakan sebelumnya, dan berapa banyak yang dibunuh oleh ‘Israel’, ketika militernya melakukan pengeboman brutal sebagai tanggapan terhadap operasi Hamas.

Indikasi pertama yang muncul bahwa pasukan ‘Israel’ menargetkan pasukan mereka sendiri datang dari seorang wanita ‘Israel’, Yasmin Porat (44 tahun), yang selamat dari serangan Hamas di kibbutz Be’eri dekat Gaza pada tanggal 7 Oktober.

Menurut militer ‘Israel’, Hamas menewaskan 112 warga kibbutz selama serangan itu.

Namun, seperti yang dilaporkan situs berita Electronic Intifada, Porat menyatakan dalam sebuah wawancara radio dengan stasiun penyiaran ‘Israel’, Kan, bahwa warga sipil ‘Israel’ dibunuh oleh pasukan keamanan mereka sendiri di Be’eri, bukan oleh pejuang Hamas.

Dalam wawancara tanggal 15 Oktober, Porat menyatakan bahwa warga sipil terbunuh ketika pasukan ‘Israel’ terlibat dalam baku tembak sengit dengan pejuang Hamas yang menyandera penduduk kibbutz. Dia mengatakan pasukan ‘Israel’ menembaki para pejuang dan tawanan ‘Israel’ mereka tanpa pandang bulu.

Porat mengatakan dia dan 11 sandera lainnya ditahan selama beberapa jam di satu rumah, dijaga oleh 40 pejuang Hamas. Dia mengatakan bahwa para pejuang memperlakukan mereka “secara manusiawi” dan “tujuan mereka adalah untuk menculik kami ke Gaza. Bukan untuk membunuh kami.”

Namun, ketika pasukan ‘Israel’ tiba beberapa jam kemudian, mereka mengepung rumah tersebut dan memulai baku tembak dengan pejuang Hamas yang menewaskan empat atau lima sandera. Porat melihat mayat mereka tergeletak di halaman di luar rumah, dan menurutnya, “pasti” pasukan ‘Israel’ yang membunuh mereka.

“Mereka melenyapkan semua orang, termasuk para sandera,” kata ibu tiga anak ini kepada Kan. “Terjadi baku tembak yang sangat, sangat hebat.”

Seorang pejuang Hamas yang berusaha menyerah kemudian keluar rumah menggunakan Porat sebagai tameng manusia. Pejuang itu ditahan dan Porat dibebaskan.

Namun, Porat menjelaskan lebih lanjut bahwa “baku tembak yang gila-gilaan” kemudian berlanjut, dan militer ‘Israel’ menembakkan dua peluru tank ke dalam rumah tempat 11 sandera lainnya ditahan. “Ini rumah kibbutz kecil, tidak besar. Anda melihatnya di berita. Bukan tempat yang besar. Dan pada saat itu semua orang terbunuh,” kecuali dua sandera.

Namun, kesaksian Porat tampaknya juga disensor.

Wawancaranya tidak disertakan dalam versi daring program radio Haboker Hazeh (“Pagi Ini”) pada tanggal 15 Oktober, episode yang pertama kali ditayangkan di Kan.

Porat juga memberikan keterangannya kepada surat kabar ‘Israel’, Maariv. Namun, laporan Maariv, yang diterbitkan pada tanggal 9 Oktober, tidak menyebutkan secara spesifik mengenai warga sipil yang dibunuh oleh pasukan ‘Israel’.

Dalam wawancara lain yang diberikan Porat kepada CNN, dia menyebutkan bahwa penculiknya dari Hamas dan rekan-rekan sanderanya dibunuh, namun tidak disebutkan siapa yang membunuh para sandera tersebut.

Hal ini menunjukkan adanya upaya formal pemerintah ‘Israel’ untuk mengecam perincian kesaksian Porat.

Mengungkap bahwa pasukan ‘Israel’ membunuh warga sipil dan serdadu mereka sendiri pada tanggal 7 Oktober kini dipandang sebagai mendukung Hamas dan mempromosikan teori konspirasi.

Electronic Intifada mengamati bahwa setidaknya satu akun berbahasa Ibrani memposting bagian dari wawancara Porat dengan Kan di X (sebelumnya Twitter), pada hari wawancara tersebut dirilis dan menuduh Kan berfungsi sebagai “media yang melayani Hamas.”

Tiga hari kemudian, pada tanggal 18 Oktober, Yedioth Ahronoth menerbitkan laporan yang menunjukkan bahwa klaim warga ‘Israel’ seperti yang dibuat oleh Porat akan mengakibatkan penuntutan. Laporan tersebut menjelaskan bahwa orang-orang ‘Israel’ yang “menggaungkan teori konspirasi Hamas dan Iran,” mengenai peristiwa pada 7 Oktober “diperkirakan akan segera dimasukkan ke dalam ruang interogasi polisi.”

“Kami akan menjangkau siapa pun yang mencoba merusak perdamaian dan keamanan masyarakat, antara lain dengan menerbitkan berita semacam ini atau teori semacam ini dan teori lain yang coba digaungkan musuh di masyarakat ‘Israel’,” kata Wakil Inspektur Dror Asraf, kepala divisi intelijen Kepolisian ‘Israel’. (The Cradle)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Facebook Terbukti Loloskan Iklan yang Menyerukan Kebencian dan Kekerasan terhadap Warga Palestina 
Hamas: “Gencatan Senjata Diperkirakan Dimulai 23 November Pagi”  »