Save the Children: ‘Israel’ Bunuh 66 Warga Palestina Dalam 4 Hari Serangan ke “Zona Aman” Rafah 

30 May 2024, 18:41.

Warga Palestina mengangkat jenazah seorang warga yang gugur akibat serangan zionis ‘Israel’ di sebuah rumah di kamp pengungsian Jabalia di Jalur Gaza Utara, 18 Mei 2024 [Rami Zohod/Reuters]

GAZA (Aljazeera) – Save the Children mengatakan bahwa penjajah ‘Israel’ laknatullah membunuh 66 warga Palestina dalam empat hari serangan—ke lokasi yang penjajah klaim sepihak sebagai “zona aman”—di Rafah, Gaza Selatan.  

Yang lebih parah lagi, serangan biadab tersebut terjadi kurang dari seminggu setelah Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan ‘Israel’ untuk segera menghentikan serangannya di Rafah. 

Lembaga bantuan internasional tersebut mengatakan bahwa di antara 66 korban syahid, sebagian besarnya anak-anak dan perempuan. Mereka menyerukan dilakukannya tindakan segera untuk melindungi warga sipil di Rafah dan seluruh Jalur Gaza.  

“Bukti apa lagi yang dibutuhkan para pemimpin dunia untuk menunjukkan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi anak-anak dan keluarga di Gaza?” ujar Xavier Joubert, Direktur Save the Children untuk wilayah Palestina yang diduduki. 

“Mereka secara permanen, terus-menerus, melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa mereka, dari satu zona berbahaya ke zona berbahaya lainnya. Dan mereka tidak melarikan diri secara sembarangan. Mereka pergi ke daerah yang diperintahkan ‘Israel’ untuk mereka datangi… Kemudian mereka diserang,” kata Joubert. 

Bagi mereka yang belum mendapati serangan senjata peledak yang ditembakkan langsung ke wilayah sipil, mereka menderita akibat kelaparan yang lambat dan menyakitkan.  

“Kesehatan mental dan fisik anak-anak berada dalam kondisi yang sangat buruk, karena mereka menderita pukulan mental yang tak terbayangkan akibat kekerasan, cedera fisik yang serius. Termasuk kehilangan bagian tubuh, maupun kehilangan keluarga, rumah, dan sekolah mereka,” tambahnya. 

Paramedis pun Digempur 

Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) telah menemukan jenazah dua paramedisnya yang syahid akibat serangan penjajah ‘Israel’ di daerah Tal as-Sultan, Rafah, Gaza selatan, Rabu (29/5/2024) malam. 

Kedua paramedis—Haitham Tubasi dan Suhail Hassouna—syahid ketika serdadu zionis laknatullah mengebom ambulans yang mereka kemudikan, menurut PRCS. 

“Pasukan pendudukan ‘Israel’ dengan sengaja mengebom kendaraan ambulans tersebut, meskipun kendaraan tersebut memiliki lambang Bulan Sabit Merah yang dilindungi secara internasional,” kata PRCS dalam postingan di X. 

Sejak 7 Oktober, 19 petugas medis PRCS telah terbunuh di Gaza saat sedang bekerja, menurut organisasi tersebut. 

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina mengutuk pembunuhan paramedis yang sengaja dijadikan target oleh penjajah zionis. 

Kementerian itu menyebut serangan tersebut sebagai “kejahatan keji” yang menegaskan niat militer ‘Israel’ untuk memusnahkan sistem kesehatan Gaza.  

Selama agresi genosida di Gaza ini, penjajah ‘Israel’ telah membunuh sedikitnya 493 petugas kesehatan, termasuk perawat, paramedis dan dokter, serta menyebabkan banyak lagi yang terluka, menurut kementerian tersebut. (Aljazeera)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pimpinan UNRWA: “Tiga Pekan Terakhir, Satu Juta Warga Gaza di Rafah Terpaksa Mengungsi” 
Rezim Komunis Cina Terus Hancurkan Tradisi Uyghur, Bahkan Hingga Urusan Dapur »