Tawanan Sakit di Penjara Ramla Semakin Memprihatinkan

8 March 2013, 12:18.

Foto arsip tawanan Palestina yang sakit. foto: Occupied Palestine

JAKARTA, Jum’at (SahabatAlAqsha.com): Tawanan Palestina Riyadh Amour diam-diam mengirim surat kepada pengacaranya. Pasien sakit jantung di klinik penjara Ramla milik zionis ‘Israel’ itu meceritakan dalam suratnya, bahwa para tawanan di klinik penjara itu tidak mendapatkan pengobatan yang layak, sedangkan kondisi fisik serta psikologis mereka memburuk setiap hari.

Surat itu juga berbunyi, “Kehidupan di rumah sakit penjara ini tidak tertahankan. Kami lebih baik dibunuh ‘Israel’ dan ‘istirahat’ selamanya atau mendapatkan pengobatan yang memadai. Kami tak bisa lagi bertahan di sini dengan rasa sakit dan tekanan psikologis.”

Seperti dikutip PIC (Palestinian Information Center), pengacara Amour menjelaskan, pihak penjara tidak menjawab permintaan para tawanan yang sakit dan hak-hak mereka selalu diabaikan. “Mereka yang menderita penyakit kronis menjadi putus asa dan ini mempengaruhi kondisi psikologis mereka dan membuat mereka tergantung pada obat penghilang sakit,” lanjut surat Amour itu.

Di surat itu juga diceritakan, ada sejumlah tahanan yang terluka dan lukanya kemudian membusuk akibat buruknya perawatan di penjara.

Menurut Amour, seorang tawanan bernama Mansour Mukida saat ini dalam keadaan lumpuh. Ia tidak bisa hidup tanpa obat penghilang rasa sakit dan kerap pingsan. Sementara Nahid Al-Aqra, tawanan lainnya menderita insomnia (tak bisa tidur) dan kaki kanannya yang membusuk harus diamputasi. Banyak tawanan lainnya yang juga menderita dan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak di klinik penjara Ramla.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Panik Hadapi Para Tawanan, Zionis Tangkap Relawan HAM
Kemarin Perempuan Dilarang Masuk Masjidil Aqsha »