Panik Hadapi Para Tawanan, Zionis Tangkap Relawan HAM
8 March 2013, 11:51.

Thamer Saba’neh, 37 tahun, sengaja disekap dipenjara zionis saat ini, karena riset-risetnya tentang nasib tawanan Palestina. foto: PIC
JAKARTA, Jum’at (SahabatAlAqsha.com): Pusat Studi Tahanan Palestina mengatakan, penjajah zionis ‘israel’ sengaja mentargetkan warga kelas intelektual untuk membungkam kebenaran. Mereka menangkapi para relawan hak azasi manusia Palestina dan peneliti isu-isu tawanan.
Dalam laporan yang dikeluarkan hari Rabu (6/3), Pusat Studi Tahanan Palestina menyebutkan, otoritas penjajah zionis membawa para relawan tersebut ke penahanan administratif karena kurangnya bukti yang memberatkan mereka. Administrative detention atau penahanan administratif adalah jenis penangkapan yang menurut hukum yang dibikin sendiri oleh penjajah, membolehkan penjajah menyekap para tawanan tanpa proses hukum untuk waktu tak terbatas.
PIC (Palestinian Information Center) melaporkan, zionis sengaja menculik dan menahan relawan serta para peneliti isu tahanan selama berbulan-bulan, bahkan tahunan di dalam penjara agar semua kejahatan zionis terhadap semua tawanan Palestina tidak terdokumentasi.
Pusat studi tawanan ini juga mengecam penculikan seorang peneliti studi tawanan, Thamer Saba’neh, 37, setelah sepasukan serdadu zionis menggerebek rumahnya di Qabatiya, Timur Jenin di Tepi Barat. Ia kemudian dibawa ke lokasi rahasia. Zionis merampas komputer dan ponsel miliknya.
Direktur Pusat Studi Tawanan Palestina, Riad Ashqar mengatakan, pasukan penjajah mengintensifkan kampanye penangkapan di Tepi Barat dan Yerusalem dengan menargetkan semua segmen masyarakat Palestina, termasuk orang-orang sakit dan cacat, akademisi, mahasiswa serta para peneliti untuk membungkam kebenaran.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
