Setelah Zionis Minta Maaf, Erdogan ke Gaza April, Insya Allah
24 March 2013, 13:09.

PM Turki Recep Tayyip Erdogan saat menyambut PM Palestina Ismail Haniyyah dalam kunjungan pertama ke Turki, Januari 2012. foto: Xinhua
JAKARTA, Ahad (SahabatAlAqsha.com): Perdana Menteri Palestina di Gaza, Ismail Haniyah mengumumkan pada Jumat (22/3) malam kemarin bahwa Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip akan mengunjungi Gaza pertengahan April nanti.
Hal ini diungkapkan Haniyah saat memperingati sembilan tahun pembunuhan salah satu pendiri Hamas, Syeikh Ahmad Yasin oleh zionis ‘israel’. Haniyah menuturkan, kematian Yasin tidak menghapus warisan, prinsip-prinsip dan keteguhan di antara rakyat Palestina.
Dalam pidatonya, Haniyah juga mengungkapkan, Erdogan telah menghubungi Kepala Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al. Erdogan menjelaskan, bahwa zionis memenuhi tuntutan Turki untuk meminta maaf, memberi kompensasi pada keluarga korban, serta menghentikan blokade atas Gaza setelah serangan mematikan atas kapal Mavi Marmara yang menewaskan sembilan aktivis Turki pada 2010 lalu.
Ini merupakan sebuah kemenangan besar karena Turki berhasil memaksa zionis untuk meminta maaf dan memenuhi tuntutannya mengingat kejadian seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, sejak negara siluman bernama ‘israel’ berdiri 65 tahun yang lalu.
Kesuksesan Turki ini membuktikan, zionis hanya tunduk pada tekanan, keteguhan, dan desakan hak legitimasi. Permintaan maaf tersebut disampaikan Perdana Menteri zionis, Benyamin Netanyahu lewat telepon kepada Erdogan pada Jum’at kemarin saat kunjungan Presiden AS Barack Obama. Netanyahu berbicara sekitar 1,5 jam dengan Erdogan.
Minta Maaf untuk Gaza?
Anggota parlemen zionis Knesset yang berdarah Arab, Hanin Zoabi mengatakan, permintaan maaf zionis atas serangan brutalnya pada kapal bantuan Mavi Marmara tidaklah cukup. “Ini tidak cukup jika kita bicara tentang kehidupan manusia. Ada sembilan relawan yang tewas dalam serangan ini,” ujar Zoabi yang ikut dalam pelayaran Mavi Marmara 2010 lalu itu.
Ia mengatakan, permintaan maaf yang sebenarnya haruslah termasuk penerimaan atas pembentukan komite tim pencari fakta internasional yang dibuat untuk membuktikan serangan Zionis itu.
Lebih dari itu, Zoabi meminta Netanyahu untuk meminta maaf kepada seluruh warga Jalur Gaza yang sampai sekarang sudah dikepung pasukan zionis selama hampir 6 tahun, dan termasuk ribuan orang yang telah tewas, atau cacat seumur hidup karena serangan-serangan zionis ke Gaza.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
