‘Israel’ Siapkan Diri Konfrontasi dengan Mesir

29 March 2013, 07:00.

 

YOGYAKARTA, Jum’at (SahabatAlAqsha.com): Harian Israel Today menyajikan sebuah laporan khusus tentang militer Arab di Timur Tengah berjudul “Long Arm in the Region”. Laporan ini merujuk pada informasi dari angkatan bersenjata zionis yang menamakan dirinya IDF.

Seperti dikutip Occupied Palestine, disebutkan bahwa IDF berencana melakukan konfrontasi dengan Mesir. Laporan itu telah disiapkan oleh editor militer harian tersebut, Yoav Limor dan dibuka dengan cerita kegagalan IDF pada perang Lebanon 2006 lalu.

Limor mencatat, ada sebuah unit baru di dalam IDF yang bertugas mempelajari tentara-tentara Arab melalui badan intelijen militer Aman. Badan intelijen ini memasok informasi tentang pusat-pusat kekuasaan di Timur Tengah dan segala rencana mereka. Termasuk informasi bagaimana ‘menguras’ tenaga mereka sebelum konfrontasi langsung dimulai.

Seorang pilot zionis di depan pesawat tempur F-16 buatan Amerika Serikat. foto: F16

Untuk urusan perang dengan negara Arab mana pun, unit baru ini disebutkan siap menampilkan rencana serangan secara terperinci, memotong rute pasokan musuh dan membuat mereka tidak mampu membalas serangan ‘Israel’. IDF akan diupayakan untuk dapat melumpuhkan setiap tentara Arab dalam waktu dua hari setelah pecahnya konfrontasi.

Harian Israel Today juga mengklaim unit baru tersebut telah diuji coba pada operasi Pillar of Cloud (serangan ke Jalur Gaza pada November 2012) yang menewaskan anggota senior Hamas, Ahmad Al-Jaabari. Israel Today menyebutkan bahwa ‘Israel’ memiliki sistem pertahanan rudal yang dapat menjatuhkan setiap pesawat tempur yang terbang ratusan meter di luar perbatasan.

Harian tersebut menambahkan, dalam perang melawan Mesir, rakyat Suriah tidak akan bisa lagi menggunakan rudal cepat untuk menyerang ‘Israel’ karena IDF dapat menghancurkan mereka sebelum rudal itu dilepaskan. ‘Israel’ juga konon mengembangkan tank-tank canggih, seperti Merkava 5 sehingga lebih mampu menghadapi setiap serangan langsung di perbatasan.

Disebutkan pula bahwa angkatan udara IDF mampu mengangkut serdadu dalam jumlah besar pada sebuah perjalanan yang panjang sesingkat mungkin. Ini dikatakan menjadi bagian dari strategi zionis untuk menghancurkan pasukan musuh sebelum mereka meninggalkan pangkalan.

Mengutip data statistik pasukan bersenjata Mesir, Israel Today melaporkan bahwa militer Mesir memiliki 600.000 tentara dalam sekali operasi dengan jumlah cadangan tentara mencapai satu juta orang, 3.980 tank tempur dan 2.760 artileri. Mesir juga disebutkan menerima pengiriman 20 unit pesawat tempur F-18 baru-baru ini.

Tulang punggung angkatan udara Mesir disebutkan terdiri dari 220 pesawat tempur F-16 yang berbasis di 17 lapangan udara dari total 86 pangkalan udara yang ada di Mesir. Mesir juga memiliki 40 unit jet Mirage 2000, 32 unit F-4 Phantom IIs, Mirage 5, C130 Hercules serta sepuluh unit pesawat tempur pengingat dini dan kontrol. Pemerintah Kairo dilaporkan tengah berencana membeli pesawat pengganti untuk MIG-21s dan F-4s.

Israel Today mengklaim Amerika berusaha mempertahankan keunggulan militer zionis di kawasan tersebut. Karena itulah Washington menolak permintaan Mesir atas pesawat F-15. Mesir, sebut harian itu, akhirnya berbalik ke Rusia untuk membeli SU-35 dan MIG-29.

Seberapa hebatpun angkatan perang zionis menunjukkan ototnya, faktanya sudah hampir 6 tahun Jalur Gaza yang kecil tak kunjung bisa ditaklukkan.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

 

 

 

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Muslim Amerika Gelar Sebulan Kampanye “Stop Bantuan AS untuk Israel”
MADA: Terjadi 238 Kali Penganiayaan Wartawan Selama 2012 »