Penyakit Kanker Akibat Senjata-senjata Zionis Terus Memangsa Warga Gaza
4 April 2013, 12:00.

Fatimah Al-Dallou, 62 tahun, pasien kanker payudara duduk di ranjangnya di bangsal onkologi RS Al-Syifa, kota Gaza. foto: Jeffery/Photo Shelter
YOGYAKARTA, Kamis (Occupied Palestine | SahabatAlAqsha.com):
(Dirangkum dari tulisan Asmaa al-Ghoul, seorang wartawan dan penulis dari kamp pengungsi Rafah, Jalur Gaza)
“Dampak-dampak kesehatan jangka panjang dari berbagai senjata yang mengandung zat-zat seperti tungsten dan fosfor putih, tetap jadi sumber kekhawatiran…”
–Paragraf 68 The Goldstone Report (Laporan Misi Pencari Fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa atas Konflik Gaza)
Pusat informasi Kementerian Kesehatan mengungkapkan, sebanyak 12,4% kematian di Palestina pada tahun 2011 disebabkan oleh penyakit kanker. Angka ini naik dibandingkan 2010 yang mencapai 10,8%. Pusat hak-hak azasi manusia AL-MEZAN menyebutkan dalam laporannya Juni 2012 lalu, bahwa angka kematian yang disebabkan kanker di Jalur Gaza mencapai 12%. Jumlah ini membuat kanker sebagai penyebab kematian kedua terbanyak di Jalur Gaza, setelah penyakit jantung.
Menurut AL-MEZAN, penderita kanker di Jalur Gaza 47% lelaki dan 53% perempuan. Kanker payudara menjadi jenis kanker yang paling banyak diderita. Kepala Departemen Onkologi di rumah sakit Syifa, Dr. Khalid Thabit mengatakan dalam sebuah pertemuan dengan Al-Monitor bahwa ia memperkirakan jumlah pasien kanker di Jalur Gaza meningkat dua kali lipat dalam lima tahun terakhir ini. Hal ini berkaitan dengan pemakaian uranium oleh zionis ‘israel’ dalam serangan ke Gaza pada 2008-2009.
Zionis ‘israel’ tidak mau mengakui penggunaaan uranium namun hasil investigasi LSM Perancis, Aksi Sipil untuk Pelucutan Nuklir (ACDN) yang dilakukan tak lama setelah serangan itu menemukan adanya puluhan ton sisa-sisa uranium, seperti radioaktif, karsiogenik, teratogenik (mungkin sebanyak 75 ton) pada tanah dan lapisan tanah di Gaza. Menurut Thabit, setiap tahun ada ribuan kasus kanker baru di Jalur Gaza.

Begini cara zionis ‘israel’ sebarkan fosfor putih waktu Operasi Timah Panas 2008-2009. foto: Occupied Palestine
Ia menambahkan, penyebab menyebarnya uranium di Gaza karena bangunan-bangunan yang dulu dibom zionis kembali dipakai. Puing-puing dari bangunan yang dibom dipakai kembali untuk proses konstruksi sehingga uranium akhirnya tersebar luas. Tingkat kanker di Jalur Gaza, ujar Thabet, serupa dengan Mesir, Yordania dan di antara warga Arab di ‘israel’. Disebutkan juga membawa pasien berobat ke luar negeri membuat Kementerian Kesehatan mengeluarkan biaya sekitar US$30 juta setiap tahunnya.
Direktur Asosiasi Bantuan dan Harapan untuk Pasien Kanker, Eman Shanan juga memastikan perang di Jalur Gaza sebagai salah satu penyebab utama meningkatnya angka penyakit kanker di wilayah itu. Selain perang, kanker juga disebabkan oleh kurangnya pengendalian atas pestisida yang datang dari terowongan perbatasan dan yang digunakan untuk menyemprot sayuran. Di samping air di Jalur Gaza yang sudah terkontaminasi dan tak lagi layak konsumsi.
Safaa al-Taweel, 48, adalah seorang bekas pasien kanker yang dinyatakan sembuh. Kepada Al-Monitor ia menceritakan, mengetahui terkena penyakit ini delapan tahun lalu ketika tengah menyusui puteranya. “Payudara kanan saya berdarah. Pihak dokter memutuskan untuk mengangkatnya namun kanker itu menyebar ke payudara yang lain yang akhirnya juga harus diangkat. Saya sempat sangat takut dengan penyakit ini dan merasa akan mati namun sekarang saya mendapati bahwa ini hal yang biasa dan bukan tidak mungkin untuk hidup dengan penyakit ini. Yang paling menyakitkan saya sebenarnya karena suami saya meninggalkan saya dan menikah lagi, meski dia mendampingi saya selama tahun pertama.”
Temannya, Farha al-Fayoumi, 48, yang juga terkena kanker payudara tidak seperti Safaa. Suaminya bersedia merawat dan menabung untuk membiayai pengobatannya. Ia bahkan bisa pergi ke Mesir untuk perawatan. Namun dua bulan yang lalu suaminya meninggal karena penyakit jantung. Ia kehilangan satu-satunya orang yang menemani mengurangi penderitaanya.
Fayoumi dan Taweel mengaku tidak minta dikasihani. Keduanya menegaskan, seperti kebanyakan orang mereka tetap bisa bekerja serta membesarkan anak-anak. Hanya saja, minimnya perlengkapan medis untuk mengobati dan merawat ribuan pasien kanker di Jalur Gaza memang masih jadi kendala.* (Occupied Palestine | Sahabat Al-Aqsha)

Tidak sedikit pasien kanker di Gaza hanya bisa diberi obat penahan rasa sakit karena minimnya perlengkapan. foto: Rainbow Warrior
Jangan hanya kasihan, ini yang bisa kita lakukan (silakan klik untuk perbesar gambar):
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.

