Khalid Misy’al: Petinggi Tanpa Dasi, Lulus Ujian tapi Rendah Hati
3 April 2013, 13:22.

Khalid Misy’al. foto: Istimewa (Terima kasih kepada yang telah memotret dan mengedit foto ini, dan berendah hati tak menyebut nama dirinya)
YOGYAKARTA, Rabu (SahabatAlAqsha.com): Tulisan di bawah ini disunting dari tweets akun @sahabatalaqsha Senin (1/4), tentang Khalid Misy’al, pemimpin perjuangan Muslimin Palestina melawan penjajahan zionis ‘israel’. Ketika tweets ini disiarkan, keputusan terpilihnya beliau belum diumumkan secara resmi. Karena itu, di sana-sini ada penyesuaian redaksi tanpa mengubah makna pentingnya.
Terima kasih kepada @irsyad_ali yang telah merangkum kicauan ini dalam Chirpstory yang diberinya judul “Khalid Misy’al Sang Harimau”.
Selamat menikmati.
BismillaahirRahmaanirRahiim… Majelis Syura HAMAS memilih kembali Khalid Misy’al memimpin biro siyasah (politik).
Pria rendah hati ini lehernya pernah diinjeksi racun o/ Mossad. Allah selamatkan.
Suatu kali, Syeikh Abu Bakr Al-‘Awawidah ulama Palestina yg ikut arahkan berdirinya Sahabat Al-Aqsha bercerita…
“Abul Walid –panggilan akrab Khalid Misy’al– selain pemberani, cerdas, santun, sangat tawadhu kepada ulama…”?
Kata Syeikh Abu Bakar, yg matanya buta krn disetrum 54 hari terus2an di penjara zionis…
“Suatu hari saya menegur Abul Walid yg sangat gemar memakai dasi.”
“Akhi Abul Walid, tahu nggak Anda sejarahnya dasi?”
Dengan rendah hati Abul Walid balik bertanya, “Nggak tahu. Jelaskan kepadaku Syeikh…”
Syeikh Abu Bakar: “Sbnrnya dasi adalah evolusi fashion Barat mulanya dipakai bangsawan-bangsawan untuk simbolkan Salib.”
Kata Syeikh Abu Bakar, “Tanpa banyak berdebat, Khalid Misy’al mencopot dasinya. Sejak hari itu ia tak pernah pakai dasi.”
Cek saja Khalid Misy’al atau atau “Khaled Meshaal” di mesin pencari tak ada yg berdasi :) https://t.co/zGNLgDiaUs?
Satu cerita lagi, kali ini yg dialami relawan Sahabat Al-Aqsha sendiri.
Dalam salah satu kunjungan kami, salah seorang relawan Sahabat Al-Aqsha bertanya kepada Khalid Misy’al, “Ustadz, dukungan thd perjuangan HAMAS sekarang sudah melimpah, tidak seperti 20 tahun.”
“Bagaimana menjaga agar para pemimpin HAMAS tidak terjerumus pada jebakan duniawiyah?”
Dengan rendah hati Khalid Misy’al tidak segera menjawab. Tapi memulai dengan bismillah dan shalawat.
Khalid Misy’al bilang, “Anda benar. Kami manusia biasa yg bisa dijebak oleh harta, wanita, jabatan…”
“Karenanya kami di HAMAS menerapkan aturan yg keras kepada seluruh anggota agar terus merapat dengan Al-Quran.”
“Orang dengan amanah sebesar saya sekalipun, masih DIWAJIBKAN menyetor hafalan Al-Quran seminggu sekali.”
“Al-Quran adalah mu’jizat Allah yg menjaga kita. Kalau kita menjauh dari Al-Quran pasti celaka.”
“Dan kecelakaan itu akan terlihat pada diri seseorang begitu mulai ada tanda-tanda dua sifat: TAKUT dan TAMAK.”
“TAKUT kepada selain Allah. Dan TAMAK kepada selain Akhirat.”
“Laki-laki atau perempuan yg ada dua sifat itu, pasti jauh dari Al-Quran, dan tidak bisa diajak berjuang.”
Ini hadiah, simak Khalid Misy’al baca Al-Quran :) >> (silakan klik) Tilawah Al-Quran Khalid Misy’al
Jangan salah, itu bukan baca dari mushaf, tapi hafalan :)
Ini video footage yg lebih panjang. Beda rasanya dengar Al-Quran dibacakan Mujahid. >> (silakan klik) Tilawah Al-Quran Khalid Misy’al-2
Sebuah perjumpaan dengan Khalid Misy’al ->> klik Wawancara Kita dengan Khalid Misy’al
Berkali-kali Khalid Misy’al menyatakan tak mau dipilih lagi memimpin biro siyasah HAMAS.
Nampaknya ia gagal menolak. Khalid Misy’al dipilih lagi oleh Majelis Syura untuk keempat kalinya.
Doakan semoga Allah menjaga keikhlasan dan keistiqamahan Khalid Misy’al.
Tahun lalu HAMAS di bawah kepimpinan Khalid Misy’al lulus ujian berat.
Bukan perang lawan ‘israel’. Ujiannya dipaksa pilih antara dua: Pertama, tetap dapat fasilitas istimewa di Suriah tapi Khalid Misy’al harus tampil di TV brsama Basyar Al-Assad mendukung rezim.
Atau, kedua, berpihak kepada rakyat Suriah dengan akibat dimusuhi rezim Assad dan hengkang dari Suriah.
Di bawah kepemimpinan Khalid Misy’al gerakan ini pilih yg nomor dua, melepas seluruh fasilitas yg sejak 1999 mereka dapatkan.
Khalid Misy’al mengajak seluruh pejuang Palestina berdiri bersama rakyat Suriah yg terzhalimi.
Berani tapi tidak grusa grusu. Rendah hati tapi elegan.
Rumah dan kantor Khalid Misy’al di Damaskus didobrak dan disegel rezim Assad.
Hebatnya, sampai hari ini tidak sepatah katapun sumpah serapah atau cacian keluar dari lisan Khalid Misy’al kepada Assad.
Hanya satu kalimat Khalid Misy’al, “HAMAS bersama rakyat Suriah.”
Cukup bagi seluruh dunia untuk tahu, harimau yg mengaum keras belum menerkam.
Harimau yg bergerak tanpa suara jauh lebih berbahaya.
Semoga Allah jaga perjuangan Khalid Misy’al dan kawan-kawan. Semoga Allah persatukan kita dalam ketaatan yang hanif dan istiqamah.
Tidak untuk kepentingan bendera atau kelompok apa-apa selain “Laa ilaaha illa Allah, Muhammadan Rasuulullah…”
Kalau Khalid Misy’al berbalik berjuang untuk dirinya pribadi dan kelompoknya saja, kita tinggalkan ramai-ramai.
We love you fii Sabiilillaah… * (Sahabat Al-Aqsha | Chirpstory oleh @Irsyad_Ali )
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
