Karena Berunjuk Rasa, Tawanan Palestina Dilarang Cukur dan Cuci Pakaian
13 April 2013, 13:10.

Arsip foto Deliberation
YOGYAKARTA, Sabtu (SahabatAlAqsha.com): Penjajah zionis ‘israel’ menutup sejumlah fasilitas bagi para tahanan di penjara Shatta sebagai ‘hukuman’ atas unjuk rasa mereka terhadap kematian seorang tawanan.
Seperti dikutip dari Maan News, pihak administrasi penjara Shatta menutup ruang bercukur dan mencuci serta melarang para tahanan masuk ke dalam ruang penyimpanan yang terdapat pakaian-pakaian musim panas mereka. Menurut Pusat Tahanan Ahrar, para tawanan ini ‘dihukum’ karena memprotes kematian tahanan Maysara Abu Hamdiya akibat penyakit kanker yang tidak diobati di penjara zionis.
Kematian Abu Hamdiya memicu aksi protes di penjara juga di jalan-jalan Palestina sebagai bentuk kecaman mereka atas buruknya pelayanan kesehatan yang diberikan zionis di penjara.
Sementara itu, pada Jumat (12/4) kemarin, zionis menawarkan tahanan Samir Issawi yang sudah mogok makan selama lebih dari 265 hari untuk dibebaskan tapi dideportasi ke salah satu negara anggota PBB. Juru bicara kantor Perdana Menteri ‘israel’, Ofir Gendelman mengklaim tawaran untuk mengasingkan Samir ke luar negeri itu demi kesehatannya. “Uni Eropa dan PBB yang menuntut pembebasannya, menolak mencarikan sebuah negara yang bisa menerima Samir,” imbuhnya.
Samir sendiri yang kesahatannya sudah dalam keadaan kritis, menurut Kementerian Tawanan Palestina, menolak tawaran tersebut dan bersikukuh kembali ke tanah kelahirannya, Yerusalem.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Samir Issawi, meski sudah semakin kritis setelah 265 hari mogok makan, menolak dibebaskan ke negeri selain tanah kelahirannya, Al-Quds. foto: Active Stills
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
